IMG-20250618-WA0070-1536x1021

Penyerahan Hibah di SMKN 8 Palu, Gubernur Anwar Hafid Tegaskan Arah Program BERANI KERJA

PALU– Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid, menghadiri langsung acara penyerahan hibah alat praktik dari PT United Tractors Tbk (UT) kepada SMK Negeri 8 Kota Palu, sebagai bagian dari program CSR pendidikan “SOBAT” (Sekolah Binaan United Tractors), Rabu (18/6/2025).

Acara yang digelar secara simbolis dengan penandatanganan berita acara serah terima (BAST) ini menjadi momentum penting kolaborasi dunia usaha, pemerintah, dan dunia pendidikan dalam mendukung penguatan pendidikan vokasi di Sulawesi Tengah.

Dalam sambutannya, Gubernur Anwar Hafid menyampaikan apresiasi tinggi atas dukungan PT United Tractors terhadap sekolah kejuruan di Sulteng, khususnya jurusan Teknik Alat Berat. Ia mengaku kehadirannya di acara ini merupakan inisiatif pribadi, bukan agenda formal.

“Kemarin ajudan saya tanya, siapa yang wakili? Saya bilang tidak, saya sendiri yang mau datang. Karena saya ingin mengapresiasi secara langsung kontribusi luar biasa dari United Tractors,” ujar Gubernur.

Gubernur menegaskan bahwa kehadiran alat praktik ini sangat relevan dengan visi pemerintah provinsi dalam membenahi pendidikan vokasi sebagai solusi nyata menekan angka pengangguran terbuka di Sulawesi Tengah, yang saat ini mencapai hampir 300 ribu jiwa per tahun.

“Saya ingin anak-anak kita masuk ke dunia kerja bukan hanya bermodal ijazah, tapi juga keterampilan yang dibuktikan dengan sertifikat. Kita ingin mereka masuk sebagai tenaga terampil, bukan hanya jadi petugas kebersihan,” tegasnya.

Gubernur juga menyampaikan bahwa Pemprov Sulteng saat ini tengah menyiapkan sistem “Bursa Lapangan Kerja” berbasis digital di bawah program “BERANI Kerja” untuk menjembatani lulusan SMK dan sarjana dengan kebutuhan dunia industri.

“Kalau PT United Tractors butuh 10 orang dan belum ada yang memenuhi syarat, kita latih dulu di Balai Latihan Kerja, sampai siap. Setelah itu baru kita kirim. Kita tidak ingin hanya sekadar ‘berani kerja’, tapi harus juga ‘berkualitas’ dan punya daya tawar,” tambah Gubernur.

Selain itu, Pemprov juga telah menganggarkan beasiswa untuk 80.000 mahasiswa tahun ini, baik dari keluarga tidak mampu maupun mereka yang berprestasi dengan IPK di atas 3,7.

“Jangan lagi ada alasan tidak bisa kuliah karena biaya. Cukup bawa surat keterangan tidak mampu dari lurah atau kepala desa, atau buktikan IP tinggi. Semua kita siapkan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMKN 8 Palu Asrul Naguala, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian pemerintah dan dunia industri. Ia menjelaskan bahwa SMKN 8 saat ini memiliki 4 jurusan, yaitu, Geologi Pertambangan, Teknik Alat Berat, Teknik Kimia Industri dan Teknik Reklamasi dan Rehabilitasi Hutan.

Dengan jumlah siswa yang terus meningkat hingga 800 orang tahun ajaran baru, sekolah menghadapi keterbatasan ruang belajar dan fasilitas praktik. Namun, dengan bantuan dari PT United Tractors, seperti pembangunan 3 ruang belajar, hibah mobil praktik, hingga alat berat jenis PC-400, SMKN 8 mampu meningkatkan kualitas pembelajaran.

“Kami adalah satu-satunya sekolah binaan resmi United Tractors di Sulteng. Banyak yang ingin masuk, tapi harus melalui sistem,” ujar Kepsek Asrul.

Ia juga memohon perhatian Gubernur untuk akses jalan dari gerbang ke dalam sekolah yang belum diaspal dan rawan kecelakaan saat hujan. Proposal telah diajukan sejak dua tahun lalu namun belum terealisasi.

Perwakilan dari PT United Tractors Cabang Palu, Bapak Candra, menjelaskan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari pilar pendidikan “UT Future” yang fokus membina SMK-SMK melalui program SOBAT.

“Hibah ini adalah bukti nyata komitmen kami untuk terus berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pendidikan, khususnya di bidang teknik alat berat,” ujarnya.

Candra juga menyampaikan harapannya agar sinergi ini dapat terus berlanjut dan ditingkatkan tahun depan.

Menutup sambutannya, Gubernur Anwar Hafid berpesan agar semua pihak berpikir jangka panjang dalam membangun pendidikan di Sulawesi Tengah.

“Mungkin hasilnya belum terasa dalam 5 tahun. Tapi insya Allah, 10–20 tahun ke depan, kita akan melihat betapa pentingnya fondasi yang kita tanam hari ini. Kita bangun Sulteng untuk 2045,” pungkasnya.

Sumber : Tim Media BERANI

WhatsApp Image 2025-06-18 at 07.03.32

Gubernur Anwar Hafid Pastikan Jalan Masuk SMKN 8 Palu Segera Diaspal

PALU – Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid, M.Si., memastikan bahwa akses jalan masuk ke SMK Negeri 8 Palu akan segera diaspal. Komitmen itu disampaikan langsung saat menghadiri agenda serah terima hibah alat praktik dari PT United Tractors Tbk kepada SMKN 8 Palu, Rabu (18/6/2025).

Dalam acara tersebut, Gubernur menanggapi langsung permohonan Kepala Sekolah SMKN 8 Palu, Drs. Asrul Naguala, terkait kondisi jalan menuju sekolah yang rusak parah dan belum pernah tersentuh pengaspalan. Jalan ini bahkan kerap membahayakan keselamatan siswa dan tamu yang datang, terutama di musim hujan.

“Tadi saya dengar langsung dari Pak Kepala Sekolah, bahwa jalan masuk sekolah ini belum diaspal dan sudah diajukan sejak dua tahun lalu. Saya janji, ini akan kita realisasikan tahun ini. Tolong Ibu Kadis nanti ingatkan saya, kita minta Dinas PU segera turun langsung meninjau,” tegas Gubernur Anwar Hafid.

Kepala Sekolah SMKN 8 Palu, Drs. Asrul Naguala, dalam sambutannya sebelumnya memang secara lugas menyampaikan kondisi jalan yang memprihatinkan.

“Dari gerbang sampai ke dalam sekolah belum diaspal. Kalau hujan, bisa tergenang sampai 30 cm dan sudah beberapa kali tamu undangan jatuh karena licin. Proposal pengaspalan sudah kami ajukan sejak dua tahun lalu, terakhir pada Januari kemarin. Kami sangat berharap ini bisa direalisasikan sebelum saya pensiun Oktober nanti,” ungkap Asrul.

Gubernur Anwar Hafid mengaku kehadirannya bukan sekadar menghadiri seremoni, melainkan bentuk komitmen untuk melihat langsung kondisi lapangan. Ia menegaskan bahwa sebagai pemimpin, dirinya tidak ingin hanya membaca laporan, tetapi ingin turun langsung memastikan kebutuhan rakyat terpenuhi.

“Kalau saya sudah datang sendiri, berarti ini penting. Dan kalau ada permintaan dari kepala sekolah yang sudah mau pensiun, biasanya dikabulkan,” ujar Gubernur sambil disambut tepuk tangan hadirin.

SMKN 8 Palu merupakan satu-satunya sekolah binaan resmi PT United Tractors di Sulawesi Tengah, dengan empat jurusan utama yakni Geologi Pertambangan, Teknik Alat Berat, Teknik Kimia Industri, serta Reklamasi dan Rehabilitasi Hutan. Saat ini jumlah siswanya telah mencapai 585 orang dan diperkirakan bertambah menjadi 800 siswa di tahun ajaran baru.

Dengan kondisi gedung yang terbatas, sebagian kegiatan belajar mengajar dan praktik juga masih meminjam ruang dari dunia usaha. Karenanya, dukungan terhadap infrastruktur dasar seperti akses jalan dianggap sangat krusial.

“Kalau kita mau membangun Sulawesi Tengah 2045, maka pendidikan harus jadi fondasinya. Termasuk akses fisik ke sekolah-sekolah kejuruan seperti ini,” tutup Gubernur.

Pemerintah Provinsi menargetkan pengaspalan jalan masuk SMKN 8 Palu dapat dimulai dalam waktu dekat, setelah dilakukan verifikasi teknis oleh Dinas PUPR Provinsi.

Sumber Rilis dan Foto : Tim Media BERANI

IMG-20250618-WA0024

Disperindag Sulteng dan FEB Untad Gelar “Export Goes To Campus” untuk Tingkatkan Literasi Ekspor Mahasiswa

Palu – Dalam upaya memperluas pemahaman generasi muda tentang potensi ekspor dan mendorong partisipasi aktif mahasiswa dalam kegiatan perdagangan internasional, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulawesi Tengah (Disperindag Sulteng) bekerja sama dengan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tadulako (FEB Untad) menggelar kegiatan “Export Goes To Campus” di Ruang Conference FEB Untad, pada Rabu, (18/6/2025)

Kegiatan ini diawali dengan penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) antara Kepala Disperindag Sulteng, Richard Arnaldo dan Dekan FEB Untad, Prof. Wahyuningsih, serta penandatanganan Implementation Agreement (IA) oleh Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri, Fajar Setiawan, bersama para Ketua Program Studi di lingkungan FEB Untad.

Dalam sambutannya, Kepala Disperindag Sulteng, Richard Arnaldo, menekankan pentingnya membangun kesadaran dan pengetahuan ekspor di kalangan mahasiswa.

“Melalui Export Goes To Campus, kami ingin menanamkan pemahaman yang lebih mendalam tentang proses, regulasi, dan strategi ekspor. Mahasiswa perlu melihat ekspor bukan sekadar teori, tetapi peluang nyata untuk mengembangkan produk lokal ke pasar global,” ujarnya.

Richard juga berharap kegiatan ini mampu menjadi pemantik semangat kewirausahaan di kalangan mahasiswa.

“Kami ingin melihat lebih banyak inovator muda dari Sulawesi Tengah yang mampu membawa produk daerah menembus batas negara,” tambahnya.

Dekan FEB Untad, Prof. Wahyuningsih, turut mengapresiasi sinergi dengan Disperindag Sulteng. Ia menyebut kegiatan ini sebagai langkah konkret dalam menyiapkan lulusan yang siap bersaing di pasar global.

“Peluang ekspor di Sulawesi Tengah sangat besar. Mahasiswa tidak hanya harus siap, tetapi juga harus terlibat aktif sebagai pelaku usaha masa depan,” tegasnya.

Sebelumnya, Fasilitator Perdagangan Disperindag Sulteng, Nindi Puspita Anwar, dalam laporan kepanitiaan menyampaikan bahwa kegiatan ini menghadirkan narasumber yang ahli di bidang ekspor, antara lain: Chairil Burhan -Tenaga Ahli Export Center Makassar, Fikri – Analis Perdagangan & Fasilitator Klinik Ekspor Sulteng, Fajar Setiawan – Kabid Perdagangan Luar Negeri Disperindag Sulteng.

Kegiatan ini merupakan bagian dari strategi Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dalam membangun ekosistem ekspor berbasis kampus, yang menempatkan mahasiswa sebagai aktor penting dalam pengembangan ekonomi daerah berbasis ekspor.

Sumber : Humas Disperindag Sulteng / PPID Pelaksana

IMG-20250616-WA0071

Gubernur dan Wagub Letakkan Batu Pertama Pembangunan MDA Alkhairaat di Tompe Bugis

SIGI– Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid bersama Wakil Gubernur dr. Reny A. Lamadjido meletakkan batu pertama pembangunan Madrasah Diniyah Awaliyah (MDA) Alkhairaat di Desa Tompe Bugis, Kecamatan Kulawi Selatan, Minggu (15/6/2025).

Peletakan batu pertama ini menjadi bentuk nyata dukungan Pemerintah Provinsi Sulteng terhadap penguatan pendidikan keagamaan dan karakter generasi muda di daerah pegunungan Kulawi Raya.

Dalam sambutannya, Gubernur Anwar Hafid menegaskan komitmennya untuk mendorong kemajuan lembaga-lembaga pendidikan berbasis masyarakat, termasuk madrasah diniyah yang menjadi tulang punggung pendidikan dasar keagamaan di desa-desa.

“Insyaallah, kami ingin pendidikan keagamaan di Sulawesi Tengah ini tumbuh beriringan dengan program Berani Cerdas. Tidak cukup hanya pintar ilmu dunia, tapi juga harus kuat akhlaknya,” kata Gubernur.

Gubernur juga menyampaikan bahwa pembangunan MDA di daerah terpencil seperti Tompe Bugis sejalan dengan prinsip kepemimpinan BERANI yang berpihak pada pemerataan layanan dasar pendidikan dan keagamaan hingga pelosok.

Ketua Yayasan dan Komite MDA Alkhairaat Tompe Bugis menyampaikan rasa syukur atas perhatian pemerintah terhadap kebutuhan umat di wilayah Kulawi Selatan. Ia mengungkapkan bahwa bangunan madrasah sempat terdampak gempa dan belum sepenuhnya pulih, sehingga pembangunan baru ini menjadi harapan besar masyarakat untuk melanjutkan pendidikan anak-anak secara layak dan berkelanjutan.

“Kami sudah lama menanti pembangunan ini. Alhamdulillah hari ini Pak Gubernur hadir langsung untuk meletakkan batu pertama. Ini bukan hanya bangunan, tapi simbol bahwa daerah terpencil pun diperhatikan,” ujar Ketua Komite.

Turut hadir dalam acara ini Bupati Sigi n Moh Rizal Intjenae yang juga letakkan batu pertama, Sekretaris Daerah Provinsi Sulteng Novalina, dan para pejabat dari Dinas Pendidikan, serta tokoh-tokoh Alkhairaat wilayah Kulawi Raya.

Peletakan batu pertama dilakukan secara simbolis oleh Gubernur dan Wakil Gubernur, disaksikan oleh ratusan warga, serta para tokoh agama dan adat setempat.

Dalam penutupannya, Gubernur berharap agar pembangunan MDA ini segera tuntas dan bisa digunakan secepatnya untuk mendukung pendidikan diniyah di Tompe Bugis.

Sumber rilis dan foto : Tim Media BERANI

IMG-20250616-WA0042

Bersama Ribuan Warga, Gubernur Launching Gema Kerukunan Kulawi Raya

SIGI– Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, bersama Wakil Gubernur dr. Reny A. Lamadjido secara resmi meluncurkan Gema Kerukunan Masyarakat Kulawi Raya di Lapangan Garuda, Desa Tompe Bugis, Kecamatan Kulawi Selatan, Minggu (15/6/2025). Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat budaya, menjaga kerukunan antarumat beragama, dan mendorong partisipasi rakyat dalam pembangunan Sulawesi Tengah.

Peluncuran ditandai dengan pembacaan Maklumat Budaya Toleransi Suku, Budaya, dan Agama oleh tokoh-tokoh adat Kulawi, sebagai penegasan komitmen masyarakat dalam menjaga harmoni dan nilai-nilai luhur kearifan lokal.

Acara berlangsung khidmat namun penuh semangat kekeluargaan. Turut hadir Bupati Sigi n Moh Rizal Intjenae, Sekretaris Daerah Provinsi Sulteng Novalina, anggota DPRD Sulteng Hidayat Pakamundi, dan hampir seluruh kepala OPD eselon II lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah.

Dalam sambutannya, Gubernur Anwar Hafid menyampaikan apresiasi atas budaya Kulawi yang tetap hidup dan menjadi pengikat masyarakat di tengah keberagaman.

“Kepemimpinan BERANI tidak boleh hanya dibangun di atas meja. Ia harus tumbuh dari bawah, bersama rakyat. Dan saya bersyukur bisa datang langsung mendengar suara masyarakat Kulawi,” kata Gubernur.

Gubernur menyatakan bahwa kunjungannya kali ini adalah untuk mendengar, bukan sekadar menyampaikan program.

“Saya tidak akan banyak bicara. Silakan sampaikan langsung saja, ‘Pak, kami butuh ini.’ Biar cepat, kami catat dan tindak lanjuti. Karena kami datang untuk mendengar, bukan menjanjikan tanpa dasar,” ujarnya.

Usai launching, Gubernur membuka sesi dialog rakyat. Warga dari berbagai desa menyampaikan langsung kebutuhan dan persoalan yang mereka alami, mulai dari jembatan yang belum diperbaiki di Desa Wangka, akses jalan di Desa Lonca, sungai yang mengancam pemukiman di Desa Gimpu, hingga ketiadaan listrik PLN di empat desa pegunungan.

Sejumlah guru dan kepala sekolah juga menyampaikan kondisi pendidikan yang memprihatinkan. Seorang guru dari SMPN 32 Kulawi menyampaikan bahwa mereka terpaksa memakai ruang guru dan ruang seni sebagai kelas belajar karena keterbatasan ruangan. Ketua Komite SD Inpres Dekade 6 juga menyoroti kerusakan bangunan sekolah yang belum tersentuh pascagempa.

Seorang ibu dari Desa Gimpu memohon agar ada dokter tetap di puskesmas karena warga kesulitan mendapatkan layanan kesehatan darurat. “Kalau gawat, kami harus ke Palu. Tapi nyawa tidak bisa ditunggu,” ujarnya dengan suara lirih.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur langsung menanggapi satu per satu.

“Kalau SMA, sore ini juga saya putuskan. Kalau SMP, kami akan koordinasi dengan Pak Bupati. Semua kami tindak lanjuti. Sekolah-sekolah rusak nanti saya minta Sekprov untuk segera koordinasi dengan Balai Cipta Karya PUPR,” tegasnya.

Gubernur juga memaparkan program-program prioritas Sembilan BERANI, termasuk Berani Cerdas yang membebaskan seluruh siswa SMA/SMK dari pungutan, Berani Sehat yang menanggung seluruh pembiayaan pengobatan rakyat tanpa BPJS aktif, hingga Berani Lancar dan Berani Menyala yang fokus pada infrastruktur jalan dan listrik desa.

“Untuk pendidikan tinggi, kami sudah siapkan beasiswa kuliah sebesar Rp280 miliar. Bahkan untuk jurusan kedokteran kami bantu sampai Rp20 juta per semester,” jelasnya.

Gubernur juga memastikan pembangunan jalan provinsi Kalukubula-Gimpu dilanjutkan melalui skema multiyears senilai hampir Rp200 miliar dan akan dituntaskan dalam tiga tahun ke depan.

Sementara itu, Bupati Sigi n Moh Rizal Intjenae menyampaikan apresiasi atas komitmen Gubernur terhadap pembangunan Kulawi Raya.

“Wilayah Kulawi ini adalah kawasan istimewa yang masih menjaga kelestarian hutan. Di sini juga ada potensi wisata besar seperti Air Terjun Maimah-air panas alami yang langka di Sulawesi Tengah. Saya yakin jika infrastruktur ditingkatkan, maka ekonomi rakyat pun tumbuh. Terima kasih Pak Gubernur, yang tidak hanya hadir, tapi membawa seluruh jajaran OPD provinsi untuk melihat langsung kondisi masyarakat kami,” ujar Bupati.

Bupati juga menyebut bahwa Gubernur telah menyatakan komitmennya untuk menghadiri HUT ke-17 Kabupaten Sigi pada 24 Juni mendatang, sekaligus memberikan hadiah pembangunan kantor DPRD definitif untuk Sigi.

Menutup acara, Gubernur kembali menegaskan bahwa peluncuran Gema Kerukunan bukanlah acara seremonial belaka, melainkan langkah nyata menjaga nilai-nilai harmoni di tengah keberagaman.

“Kalau daerah seperti Kulawi bisa hidup rukun dalam keberagaman, maka inilah teladan pembangunan yang sesungguhnya. Dari rakyat, untuk rakyat, dan bersama rakyat,” pungkasnya.

Sumber rilis dan foto : Tim Media AH

WhatsApp Image 2025-06-14 at 07.28.38

Wagub Sulteng Hadiri Puncak Hari Lalampa dan Parigi Utara Expo 2025

PARIGI MOUTONG – Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK., M.Kes., menghadiri puncak perayaan Hari Lalampa ke-7 sekaligus penutupan Parigi Utara Expo (PUE) Festival ke-3 yang digelar meriah di Kecamatan Parigi Utara, Kabupaten Parigi Moutong, Sabtu (14/6/2025).

Dalam sambutannya, dr. Reny menyampaikan rasa hormat dan apresiasinya kepada Pemkba Parimo, dalam hal ini diwakili Asisten I, seluruh panitia, tokoh masyarakat, tokoh adat, pemuda, perempuan, dan seluruh elemen yang telah berperan aktif dalam menyukseskan kegiatan tersebut. Ia juga memberikan penghormatan khusus kepada para tokoh penggagas Hari Lalampa atau inisiator kuat dalam pelestarian budaya lokal.

“Perayaan Hari Lalampa adalah bentuk nyata dari upaya kita bersama dalam menjaga dan melestarikan kekayaan budaya dan tradisi yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari sejarah Kabupaten Parigi Moutong,” ucap dr. Reny.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa Parigi Utara Expo bukan hanya ajang promosi potensi ekonomi, seni, budaya, dan pariwisata daerah, tetapi juga ruang penting untuk memperkuat partisipasi masyarakat dalam pembangunan. Wakil Gubernur juga mendorong generasi muda, terutama content creator, influencer, dan pelaku ekonomi kreatif, untuk menjadikan platform digital sebagai media menyebarkan semangat budaya dan inspirasi positif.

“Saya ingin Hari Lalampa dan Parigi Utara Expo bisa menjadi trending topic dan masuk kalender budaya Sulawesi Tengah, bahkan nasional. Kita harus percaya bahwa budaya lokal punya daya tarik besar jika dikemas kreatif dan dijaga bersama,” ujarnya.

Dalam sambutannya, dr. Reny juga mengungkapkan kenangan personalnya terhadap Lalampa, makanan khas Sulawesi Tengah, yang menurutnya telah menjadi ikon rasa dan memori kolektif masyarakat, bahkan hingga ke luar negeri.

“Saya masih ingat, saat hendak ke Jakarta, saya selalu pesan khusus agar dibawakan Lalampa Gubernur dari Palu. Rasanya, aromanya, dan kenangannya luar biasa. Lalampa sudah jadi bagian dari hati saya dan banyak orang yang pernah hidup di tanah Kaili ini,” kenangnya.

Menutup sambutannya, Wakil Gubernur menyatakan siap mendukung usulan agar Hari Lalampa masuk dalam agenda resmi kebudayaan Sulawesi Tengah. Ia juga meminta kepada panitia dan para kepala desa untuk segera menyusun proposal agar perayaan ini dapat ditingkatkan menjadi event tingkat provinsi, bahkan nasional.

“Saya akan sampaikan langsung ke Bapak Gubernur. Mari kita wujudkan Hari Lalampa sebagai kebanggaan budaya Sulawesi Tengah yang bisa mendunia,” tegasnya.

Sumber rilis dan foto : Tim Media BERANI

IMG_18271

Brida Sulteng Terima Kunker Anggota DPR RI Komisi X Nilam Sari Lawira, Bahas Potensi Riset Daerah

Palu– Pelaksana tugas Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Provinsi Sulawesi Tengah, Hasim R, sambut positif kunjungan kerja (kunker) masa reses anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI) Komisi X, Nilam Sari Lawira. Kunjungan tersebut berlangsung di aula Nagaya Brida. Jumat (13/06/2025).

Kunker ini dihadiri langsung oleh anggota DPR Provinsi Sulawesi Tengah Komisi II, Sonny Tandra, anggota DPR Prov. Sulteng Komisi III, Dandy Adhi Prabowo, perwakilan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Brida Kota Palu, dan juga Badan Penelitian dan Pengambangan Daerah (Balitbangda) Kabupaten Donggala.

Menyambut kunjung tersebut, Hasim, mengungkapkan rasa terima kasih atas momentum yang diberikan kepada Brida Provinsi Sulawesi Tengah melalui kunjungan yang dilakukan. Di kesempatan tersebut ia juga menjelaskan terkait beberapa hasil riset yang telah dilakukan oleh Brida Provinsi Sulawesi Tengah di beberapa tahun terakhir.

Mengawali sambutannya, Nilam Sari Lawira,bmeminta agar Brida selaku badan riset daerah untuk betul-betul menjalankan tugas dan fungsi dengan sebaik-baiknya.

Menurutnya, Brida merupakan pusat dari segala bentuk penelitian dan inovasi, yang mana kajian dan riset yang telah dihasilkan dapat dijadikan dasar dalam mengambil kebijakan oleh Pemerintah Daerah.

“Menurut saya, kebijakan-kebijakan yang diambil atau diputuskan oleh pemerintah harusnya berdasarkan hasil riset yang ada. Hal ini juga telah diterapkan oleh negara-negara maju. Saya melihat di negara terutama daerah kita, hasil riset belum dilaksanakan dengan sebagaimana mestinya,” ujar Nilam Sari.

Hadirnya anggota DPR Prov. Sulteng ditengah-tengah kunjungan tersebut, Nilam Sari Lawira mengajak untuk saling memberikan informasi, mengkritisi, serta menyatukan saran-saran yang diberikan, sehingga nantinya menjadi bahan kajian selanjutnya yang bermuara untuk memajukan pembangunan daerah Sulawesi Tengah.

Lanjutnya, ia menyarankan kepada peneliti daerah untuk selalu berkolaborasi dengan peneliti pusat, dalam pengembangan penelitian dari berbagai sektor, khususnya di sektor pertanian.

“Saya berharap suatu saat Sulawesi Tengah ini leading sectornya adalah pertanian. Karena masih banyak wakil rakyat di provinsi yang kemudian masih belum memaksimalkan produktivitas daerah di bidang pertanian,” ucapnya.

Di akhir sambutannya, Nilam Sari Lawira, mengharapkan agar perwakilan BRIN bisa memberikan masukannya pada agenda tersebut, serta memberikan pencerahan wawasan secara luas agar nantinya Brida dapat melaksanakan fungsi-fungsinya dengan baik di daerah.

Agenda tersebut kemudian dilanjutkan dengan diskusi bersama, serta membahas hal-hal teknis dan juga kendala selama menjalankan riset dan inovasi di daerah Provinsi Sulawesi Tengah.

Sumber : PPID Brida Prov. Sulteng.

IMG-20250613-WA0127

Wagub Sulteng Buka Turnamen Domino Nambaso Cup 2025

PALU– Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny A. Lamadjido, secara resmi membuka Turnamen Domino Gaple Nambaso Cup 2025 yang digelar di halaman Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Sulawesi Tengah, Kamis (12/6/2025). Turnamen ini diikuti oleh puluhan peserta yang berasal dari berbagai perusahaan, OPD, dan komunitas pekerja di Kota Palu dan sekitarnya.

Turnamen ini sejatinya dijadwalkan dibuka langsung oleh Gubernur Anwar Hafid. Namun, karena mendadak mendapat undangan dari Presiden RI ke Jakarta, Gubernur menugaskan Wakil Gubernur untuk mewakili pemerintah provinsi membuka acara tersebut.

Dalam sambutannya, dr. Reny menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, peserta, serta perusahaan yang turut mendukung turnamen ini. Ia menegaskan bahwa kegiatan olahraga seperti ini menjadi salah satu bentuk nyata pelaksanaan program BERANI HARMONI, yakni menciptakan hubungan industrial yang sehat dan berkeadilan antara pekerja dan perusahaan.

“Hubungan industrial yang harmonis adalah ikatan antara pekerja dan perusahaan yang dibangun di atas nilai-nilai Pancasila. Ikatan kekeluargaan ini harus terus kita rawat agar tercipta iklim investasi yang kondusif di Sulawesi Tengah,” ujar dr. Reny di hadapan para peserta dan tamu undangan.

Ia juga mengingatkan bahwa beberapa waktu lalu, Pemprov Sulteng melalui Disnakertrans telah melaksanakan program “Ngobrol Produktif Bersama Perusahaan dan Pekerja” sebagai wujud nyata dari upaya membangun komunikasi yang baik antara pemerintah, pengusaha, dan buruh.

Turnamen ini, menurutnya, tidak hanya menjadi ajang hiburan atau rekreasi semata, namun bisa menjadi ruang santai yang tetap produktif. “Kegiatan seperti ini seharusnya menjadi sarana diskusi ringan, tempat lahirnya ide-ide baru, sekaligus membangun sinergi untuk masa depan Sulawesi Tengah,” tambahnya.

Menutup sambutannya, dr. Reny mengajak seluruh peserta untuk menjunjung tinggi sportivitas dan menikmati pertandingan dengan santai namun penuh semangat. “Mari kita bertanding dengan hati yang senang. Bukan soal menang atau kalah, tapi bagaimana kita merawat kebersamaan dan mempererat tali silaturahmi,” tutupnya.

Sumber rilis dan foto : Tim Media BERANI

WhatsApp Image 2025-06-13 at 06.11.28

Wagub Sulteng: Budaya Fondasi Pembangunan Berkelanjutan

PALU – Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK., M.Kes., menghadiri acara Dialog Kebudayaan Program Tadulako Folk Art Tahun 2025 yang diselenggarakan pada Jumat (13/6/2025) di Gedung Kesenian Kota Palu. Dalam pidatonya, dr. Reny menegaskan bahwa kebudayaan merupakan fondasi penting dalam membangun Sulawesi Tengah yang berdaya saing, berkarakter, dan berkelanjutan.

Kegiatan ini dihadiri oleh Direktur Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi Kementerian Kebudayaan RI, Dr. Restu Gunawan, M.Hum., Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Sulteng, serta Direktur Yayasan Tadulakota’, Hapri Ika Poigi, M.A. Turut hadir pula para tokoh budaya, pegiat seni, akademisi, organisasi komunitas, dan perwakilan etnis dari berbagai wilayah di Sulawesi Tengah.

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur menyampaikan bahwa budaya bukan sekadar warisan masa lalu, tetapi merupakan hasil karya manusia dan kelompok yang terus hidup, berkembang, dan membentuk jati diri masyarakat. “Budaya adalah keseluruhan gagasan, perilaku, dan hasil karya manusia yang berfungsi sebagai pedoman hidup bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” ujar dr. Reny.

Lebih lanjut, ia menyoroti pentingnya meningkatkan indeks pembangunan kebudayaan di Sulawesi Tengah yang saat ini berada di peringkat 28 dari 36 provinsi di Indonesia. Menurutnya, perlu strategi dan kerja kolektif untuk memperkuat peran budaya dalam pembangunan daerah. Salah satu indikatornya, tambah dr. Reny, dapat diukur dari seberapa banyak agenda seni dan budaya yang terselenggara secara aktif dan merata di masyarakat.

Sulawesi Tengah sendiri dikenal memiliki kekayaan budaya yang luar biasa, dengan keberagaman lebih dari 19 etnis yang tersebar di 12 kabupaten/kota. “Jika potensi ini dikelola dengan baik, maka budaya bisa menjadi kekuatan ekonomi baru melalui festival, pertunjukan seni, pameran, karnaval budaya, dan kegiatan kreatif lainnya yang menghasilkan pendapatan daerah,” jelasnya.

Selain sisi ekonomi, dr. Reny juga menekankan nilai-nilai luhur dalam budaya lokal yang dapat membentuk karakter masyarakat. Menurutnya, pembangunan kebudayaan juga mencakup penguatan jati diri, pelestarian warisan budaya, peningkatan apresiasi seni, pertukaran budaya, hingga diplomasi budaya yang membangun citra positif daerah.

Pidato Wakil Gubernur juga menegaskan bahwa program kebudayaan terintegrasi dalam visi pembangunan Sulawesi Tengah 2025–2029 melalui sembilan cita-cita besar BERANI, Berani Cerdas, Sehat, Lancar, Menyala, Sejahtera, Berkah, Makmur, Integritas, dan Budaya. Ia menjelaskan bahwa setiap prinsip BERANI dirancang untuk menciptakan masyarakat yang sehat, sejahtera, produktif, dan berkarakter.

“Melalui BERANI Budaya, kita dorong promosi nilai-nilai lokal yang mendukung sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, serta memastikan pembangunan berjalan secara transparan dan akuntabel dengan partisipasi aktif masyarakat,” jelas dr. Reny.

Wakil Gubernur menutup sambutannya dengan harapan agar gerakan pemajuan budaya tidak hanya berhenti sebagai seremoni, melainkan menjadi gerakan bersama yang mengakar dari sekolah hingga komunitas, dari desa hingga kota.

Sumber rilis dan foto : Tim Media BERANI

WhatsApp Image 2025-06-11 at 07.52.34

Kolaborasi Brida Sulteng dan Biro Organisasi, Perkuat Kesiapan OPD Hadapi KIPP dan IGA Award 2025

Palu – Dalam rangka mempercepat peningkatan kinerja dan kualitas pelayanan publik di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Provinsi Sulawesi Tengah berkolaborasi dengan Biro Organisasi menyelenggarakan Workshop Pembinaan Inovasi. Kegiatan ini bertujuan untuk mendorong partisipasi aktif perangkat daerah dalam Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) yang digagas oleh Kementerian PANRB RI. Workshop berlangsung di Aula Nagaya Brida, pada Rabu (11/06/2025).

Workshop ini dihadiri oleh perwakilan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemprov Sulteng. Selain itu, turut hadir secara virtual narasumber dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Republik Indonesia.

Selain membahas KIPP, kegiatan ini juga memuat sesi pembinaan terkait Indeks Inovasi Daerah (IID) yang disampaikan langsung oleh Pelaksana Tugas Kepala Brida Provinsi Sulawesi Tengah, Hasim R.

Dalam sambutannya, Hasim menyampaikan bahwa pada tahun 2025, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah akan mengikuti dua ajang inovasi nasional, yakni Innovative Government Award (IGA) yang diselenggarakan oleh Kemendagri RI, serta Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) oleh Kementerian PANRB RI.

“Dalam KIPP 2025, Pemprov Sulteng telah mengirimkan dua inovasi, yaitu inovasi LABRIDA yang diusulkan oleh Brida Sulawesi Tengah dan inovasi penanganan stunting yang diusulkan oleh Bappeda Provinsi Sulawesi Tengah,” ungkap Hasim.

Ia juga menegaskan bahwa saat ini pembinaan inovasi dilakukan melalui satu pintu yang terpusat di Brida Provinsi. Tujuannya adalah menciptakan pola pembinaan yang seragam agar hasil yang diperoleh lebih terukur.

Sesi materi pertama disampaikan oleh Dinda Puspaningtyas, Analis Kebijakan Ahli Muda pada Kedeputian Pelayanan Publik Kementerian PANRB, yang hadir sebagai narasumber.

Dalam paparannya, Dinda menjelaskan bahwa inovasi pelayanan publik merujuk pada Peraturan Menteri PANRB No. 91 Tahun 2021 tentang Pembinaan Inovasi Pelayanan Publik. Tujuan pembinaan inovasi tersebut, sebagaimana tercantum dalam Pasal 2 peraturan tersebut, adalah untuk meningkatkan kinerja penyelenggara inovasi dan menjaga kualitas inovasi yang berkelanjutan.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa urgensi pelaksanaan KIPP antara lain sebagai praktik negara maju, instrumen pengembangan Knowledge Management System (KMS), instrumen pembentukan budaya inovasi dalam organisasi, serta memberikan dampak positif terhadap pelayanan publik dan pembangunan.

Dinda juga memaparkan syarat, ketentuan, serta tahapan pelaksanaan KIPP 2025. Sesi materi kemudian dilanjutkan oleh Hasim R yang menjelaskan pola pembinaan Indeks Inovasi Daerah (IID) yang telah dilaksanakan oleh Brida Provinsi Sulawesi Tengah selama ini.

Sumber : PPID Brida Provinsi Sulawesi Tengah