Palu, – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Tengah menggelar rapat penting yang dipimpin langsung oleh Ibu Siti Rachmi Amir Singi, S.Sos., M.Si., selaku Kepala Dinas dan didampingi Sekretaris, Bapak Muh. Idham Khalid, S.Sos., M.A.P., rapat ini melibatkan seluruh bidang terkait. Kamis (23/04/2026).
Rapat tersebut membahas persiapan penyajian data dalam Rapat Desk Arsitektur Kinerja Perangkat Daerah Tahun 2026. Desk ini merupakan langkah strategis untuk mencapai target kinerja RPJMD Tahun 2025–2029 Provinsi Sulawesi Tengah, khususnya dalam meraih nilai Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) kategori A pada tahun 2027. Ibu Kepala Dinas menginstruksikan seluruh pejabat terkait untuk hadir dengan membawa data arsitektur kinerja yang sebelumnya telah diinput dalam aplikasi BERANI SELARAS. Selain itu, juga membahas persiapan pelaksanaan kegiatan Bimtek Daring SRIKANDI serta pemaparan Rancangan Perda Penyelenggaraan Perpustakaan.
Sumber: PPID Pelaksana Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Tengah.
DONGGALA— Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah mengintegrasikan program Gerakan Siswa Cinta Masjid (GSCM) ke dalam kebijakan operasional pendidikan di Kabupaten Donggala. Langkah strategis ini bertujuan memperkuat fondasi karakter dan moralitas peserta didik melalui optimalisasi fungsi masjid di lingkungan sekolah.
Penyatuan program tersebut dikukuhkan melalui penandatanganan nota kesepahaman yang berlangsung di Kantor Bupati Donggala, Kamis (23/4/2026). Kesepakatan ini ditandatangani oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah, Drs. H. Firmanza DP, S.H., M.Si., bersama Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Donggala, Ansyar Sutiadi, S.Sos., M.Si.
Dalam kunjungan tersebut, Firmanza didampingi oleh Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Sulteng, Syam Zaini M.Si., S.Pd serta Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdis) wilayah II, Sarifah S.Pd., M.Pd. Kehadiran rombongan ini dimaksudkan untuk memastikan kesiapan teknis dan administratif di tingkat koordinasi wilayah.
Prosesi tersebut turut disaksikan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Donggala, Dr. Ir. H. Rustam Efendi, S.Pd., S.H., M.A.P., yang hadir mewakili Bupati Donggala. Dalam pertemuan tersebut, Rustam Efendi menekankan bahwa pemerintah daerah menyambut baik kemitraan strategis ini sebagai bagian dari penguatan nilai spiritual di kalangan pelajar.
“Kami sangat mendukung penuh langkah integrasi ini. Pemerintah daerah berharap masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi bertransformasi menjadi pusat edukasi karakter yang mampu membentengi generasi muda Donggala dari pengaruh negatif,” ujar Rustam. Sinergi ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan daerah yang maju dan aman melalui upaya memakmurkan rumah ibadah.
Program GSCM sendiri sebelumnya telah diluncurkan secara resmi oleh Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid, M.Si., sebagai bagian dari visi Gerakan Berani Berkah di seluruh wilayah provinsi. Peluncuran program ini di Kabupaten Donggala menjadi tonggak awal penyebaran gerakan serupa ke wilayah lain di Sulawesi Tengah.
Dengan adanya nota kesepahaman ini, pemerintah provinsi dan kabupaten berkomitmen untuk bersinergi dalam aspek pembinaan teknis, penyediaan fasilitas penunjang di sekolah, hingga pemantauan berkala guna memastikan program ini berjalan efektif di seluruh satuan pendidikan di Donggala.
Palu – Kegiatan pemindahan layanan ke gedung baru bukan sekadar perpindahan fisik sarana dan prasarana, melainkan sebuah momentum untuk meningkatkan kualitas literasi masyarakat. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Tengah melaksanakan kegiatan reshelving atau penjajaran kembali bahan koleksi secara masif. Langkah ini krusial dilakukan demi memastikan seluruh literatur tertata rapi sesuai sistem klasifikasi, sehingga memudahkan pemustaka dalam mengakses informasi. Jumat (24/04/2026).
Kegiatan yang berlangsung penuh semangat ini dikoordinir langsung oleh Kepala Bidang Layanan, Otomasi, dan Kerja Sama Perpustakaan, Ibu Nurseha, S.Sos., M.Si. Beliau menekankan bahwa ketelitian dalam penyusunan buku di rak merupakan bentuk profesionalisme pelayanan publik. Setiap deretan buku yang tertata mencerminkan kesiapan institusi dalam menyambut wajah baru layanan perpustakaan yang lebih modern dan representatif.
Melalui kerja bakti dan sinergi antarpetugas, diharapkan gedung baru ini tidak hanya megah secara arsitektur, tetapi juga unggul dalam manajemen koleksi. Dedikasi dalam menata setiap naskah dan buku hari ini adalah investasi jangka panjang untuk mencerdaskan generasi Sulawesi Tengah di masa depan. Koleksi yang terorganisasi dengan baik adalah kunci utama kenyamanan pengunjung.
Sumber: PPID Pelaksana Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Tengah.
Palu— Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menegaskan bahwa Program Berani Cerdas merupakan pelaksanaan kewenangan atribusi yang sah sesuai otonomi daerah. Program ini telah terbukti memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia serta penurunan tingkat kemiskinan di Sulawesi Tengah. Meski mendapat catatan dari sebagian anggota DPRD, Program Berani Cerdas didukung landasan hukum yang jelas dan menjadi bagian integral dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029.
Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid dalam berbagai kesempatan menyatakan bahwa Program Berani Cerdas merupakan upaya konkret pemenuhan hak dasar masyarakat di bidang pendidikan. “Berani Cerdas adalah perwujudan hak rakyat atas pendidikan yang harus dipenuhi daerah sesuai kewenangannya,” ujarnya.
Cakupan Luas dari Sekolah Menengah hingga Universitas
Pada jenjang pendidikan menengah, program ini telah menyalurkan dana Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) senilai lebih dari Rp40,9 miliar untuk ratusan SMA, SMK, dan SLB di seluruh wilayah Sulteng. Dana tersebut digunakan untuk membebaskan pungutan biaya pendidikan, termasuk menanggung biaya Praktik Kerja Industri (Prakerin) dan uji kompetensi bagi siswa SMK untuk tahun lalu mencapai 27 miliar.
Tak hanya itu, Pemprov juga menyediakan paket seragam sekolah gratis lengkap bagi siswa yang belum terjangkau oleh Program Indonesia Pintar (PIP). Langkah ini diambil untuk meringankan beban ekonomi keluarga prasejahtera agar anak-anak mereka tetap fokus menempuh pendidikan. Selain itu, beasiswa magister bagi guru guna meningkatkan kualitas mengajar di sekolah.
Sementara di level perguruan tinggi, fokus bantuan diberikan kepada mahasiswa berprestasi dari keluarga prasejahtera. Tercatat pada tahun 2025, program ini telah menjangkau 23.568 mahasiswa yang tersebar di lebih dari 387 perguruan tinggi di seluruh Indonesia, dengan alokasi anggaran mencapai Rp84 miliar. Dampaknya terlihat pada kenaikan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sulawesi Tengah menjadi 72,82 atau naik 0,80 persen dibandingkan tahun sebelumnya, serta turut mendukung penurunan angka kemiskinan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Prof. Dr. H. Djayani Nurdin, S.E., M.Si., akademisi Universitas Tadulako dan anggota Tim Percepatan Program Prioritas Pembangunan Sulawesi Tengah, menilai Program Berani Cerdas sebagai langkah strategis. “Program Berani Cerdas ini dirancang sebagai solusi konkret untuk menjawab persoalan mendasar SDM, mulai dari akses pendidikan hingga peningkatan kualitas lulusan,” ujarnya.
Menurut Prof. Djayani, program ini efektif menekan angka putus sekolah dan putus kuliah, terutama di kalangan keluarga prasejahtera. “Dengan memperluas akses pendidikan yang inklusif, baik di perguruan tinggi negeri maupun swasta, program ini tidak hanya meningkatkan angka partisipasi pendidikan, tetapi juga berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif melalui peningkatan daya saing SDM daerah,” jelasnya.
Prof. Djayani menambahkan bahwa program ini menjadi kunci dalam mempercepat peningkatan kualitas pendidikan dan mendorong capaian IPM serta Indeks Modal Manusia (IMM). “Jika SDM kita cerdas dan berkualitas, maka mereka akan mampu membangun daerahnya sendiri. Itulah tujuan besar dari Program Berani Cerdas,” tandasnya.
Dasar Hukum dan Kewenangan Daerah
Program Berani Cerdas berlandaskan Peraturan Gubernur Sulawesi Tengah Nomor 14 Tahun 2025 (yang telah diubah dengan Pergub Nomor 34 Tahun 2025). Landasan ini selaras dengan Pasal 31 UUD 1945, Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional, serta Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah yang memberi ruang bagi daerah menyelenggarakan pelayanan pendidikan sebagai urusan konkuren wajib.
Dalam kerangka otonomi daerah, kepala daerah memiliki kewenangan atribusi untuk menerbitkan peraturan gubernur guna melaksanakan urusan konkuren. RPJMD yang telah disahkan DPRD menjadi dasar penyusunan APBD tahunan, sehingga pelaksanaan Program Berani Cerdas merupakan kewajiban daerah sekaligus bentuk akuntabilitas pembangunan.
Respons terhadap Catatan DPRD
Menjawab kritik dan catatan dari sejumlah pihak di DPRD, Pemprov Sulawesi Tengah menyatakan keterbukaan penuh terhadap masukan untuk penyempurnaan implementasi, termasuk penguatan verifikasi data penerima manfaat dan koordinasi yang lebih baik dengan pemerintah pusat. DPRD sendiri melaksanakan fungsi pengawasan sesuai Pasal 96 UU Nomor 23 Tahun 2014.
Nurfaizah, salah seorang penerima beasiswa Berani Cerdas, mengatakan, “Beasiswa ini memberikan harapan baru bagi saya yang sempat khawatir tidak bisa melanjutkan kuliah karena biaya. Bantuan ini memotivasi saya untuk belajar lebih giat dan kelak berkontribusi untuk Sulawesi Tengah.”
Kisah serupa dialami ribuan mahasiswa lain di Universitas Tadulako, UIN Datokarama Palu, serta perguruan tinggi di luar daerah. Secara keseluruhan, program ini dinilai telah meringankan beban ekonomi keluarga dan menekan angka putus studi.
Prof. Djayani Nurdin memandang dinamika diskusi di DPRD dan publik sebagai bagian esensial dari demokrasi. Ia menegaskan bahwa Program Berani Cerdas menjamin setiap warga mendapatkan hak pendidikannya. Melalui kemitraan, program tersebut akan dikelola secara transparan, akuntabel, dan selaras dengan agenda pembangunan nasional untuk mewujudkan kesejahteraan yang merata di Sulawesi Tengah.
Palu – Mengakhiri pekan terakhir di bulan April sekaligus memasuki periode krusial Triwulan II , Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusaka) Provinsi Sulawesi Tengah kembali menyelenggarakan apel pagi rutin. Pada kesempatan ini, Kepala Dinas, Ibu Siti Rachmi Amir Singi, S.Sos., M.Si., mendelegasikan Bapak Munashir, S.E., M.M. untuk bertindak sebagai pembina apel. Senin (27/04/2026).
Dalam arahannya, Bapak Munashir menekankan pentingnya integrasi antara kebersihan lingkungan kerja dengan kedisiplinan administratif melalui aplikasi Brita. Beliau mengingatkan seluruh aparatur untuk proaktif melaporkan kendala teknis kepada pengelola atau operator jika ditemukan kendala sistem agar pelaporan kinerja tetap berjalan lancar.
Menyikapi rencana perpindahan ruang layanan ke gedung baru, pembina apel menyerukan penguatan kerja sama antarbidang. Seluruh staf diharapkan bahu-membahu menyukseskan proses transisi ini sesuai arahan pimpinan OPD guna memastikan kenyamanan pelayanan publik tetap terjaga.
Terakhir, memasuki fase krusial TW II, Bapak Munashir menginstruksikan percepatan pelaksanaan kegiatan sesuai prosedur. Hal ini bertujuan agar penyerapan anggaran Dispusaka berjalan optimal dan akuntabel, terutama menjelang pelaksanaan desk evaluasi yang menuntut kesesuaian pertanggungjawaban dengan regulasi keuangan terbaru.
Sumber: PPID Pelaksana Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Tengah.
Palu – Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (Kominfosantik) Provinsi Sulawesi Tengah terus memperkuat sinergi lintas sektor dalam upaya pencegahan dan penanggulangan penyalahgunaan narkoba. Hal ini ditandai dengan audiensi Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Kominfosantik Sulteng, Fikri Latjuba, S.Sos., M.Si., bersama Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sulawesi Tengah, Brigjen Pol. Ferdinand Maksi Pasule, S.I.K., yang berlangsung di ruang kerja Kepala BNN Sulteng, Rabu (22/4/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Fikri Latjuba menyampaikan bahwa kunjungan ini tidak hanya sebagai ajang silaturahmi antar lembaga, tetapi juga sebagai langkah strategis untuk menjalin kolaborasi dalam penyebarluasan informasi kepada masyarakat terkait bahaya narkoba.
“Kunjungan ini selain mempererat silaturahmi, juga menjadi momentum untuk membangun kerja sama publikasi antara Kominfosantik dan BNN dalam rangka meningkatkan edukasi serta kesadaran masyarakat terhadap bahaya narkoba di Sulawesi Tengah,” ujar Fikri.
Menurutnya, peran komunikasi publik sangat penting dalam mendukung program pencegahan narkoba, terutama melalui penyampaian informasi yang masif, akurat, dan mudah dipahami oleh masyarakat luas.
Sementara itu, Kepala BNN Provinsi Sulawesi Tengah, Brigjen Pol. Ferdinand Maksi Pasule, menyambut baik inisiatif yang dilakukan oleh Kominfosantik Sulteng. Ia menilai kolaborasi ini menjadi langkah positif dalam memperkuat upaya pencegahan narkoba melalui pendekatan komunikasi yang efektif.
“Kami sangat mengapresiasi kunjungan dan inisiatif dari Kominfosantik. Sinergi ini diharapkan mampu memperkuat diseminasi informasi serta meningkatkan partisipasi masyarakat dalam upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba,” ungkap Ferdinand.
Audiensi ini diharapkan menjadi awal dari kerja sama berkelanjutan antara Kominfosantik dan BNN Provinsi Sulawesi Tengah dalam menghadirkan kampanye komunikasi publik yang inovatif dan berdampak luas, guna mewujudkan masyarakat Sulteng yang sehat dan bebas dari narkoba.
Sumber : PPID Dinas Kominfosantik Provinsi Sulteng
Palu – Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (Kominfosantik) Provinsi Sulawesi Tengah melalui Bidang Statistik menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Informasi Geospasial Lingkungan Provinsi Sulawesi Tengah. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Sinergitas BPSDM Provinsi Sulawesi Tengah, Selasa (21/4/2026).
Bimtek tersebut secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Kominfosantik yang diwakili Sekretaris Dinas, Wahyu Agus Pratama, didampingi Kepala Bidang Statistik Keong Makalalg serta Statistisi Ahli Muda Echmond. Kegiatan ini dihadiri para operator geoportal perangkat daerah lingkup Provinsi Sulawesi Tengah, narasumber dari Direktorat Kelembagaan dan Jaringan Informasi Geospasial, serta pejabat dan staf Bidang Statistik Kominfosantik.
Mengusung tema “Penyusunan Data Prioritas Geospasial Daerah dan Penyelenggaraan Informasi Geospasial pada Simpul Jaringan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah”, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan tata kelola data berbasis wilayah.
Dalam sambutannya, Sekretaris Dinas Kominfosantik, Wahyu Agus Pratama, menegaskan pentingnya ketersediaan data yang akurat, mutakhir, dan terintegrasi di era digital saat ini.
“Dalam era keterbukaan informasi, ketersediaan data yang akurat, mutakhir, dan terintegrasi menjadi kebutuhan utama dalam mendukung perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi pembangunan daerah. Salah satu komponen penting dalam hal tersebut adalah informasi geospasial,” ujarnya.
Ia menambahkan, amanat Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2011 tentang Informasi Geospasial serta Peraturan Presiden Nomor 39 Tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia menekankan pentingnya integrasi data, termasuk data geospasial, guna mendukung pengambilan keputusan yang tepat.
“Peningkatan kapasitas sumber daya manusia dalam pengelolaan informasi geospasial menjadi sangat strategis. Melalui bimtek ini, kami berharap peserta mampu memahami konsep, standar, serta pemanfaatan informasi geospasial secara optimal di lingkungan perangkat daerah,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa keberhasilan implementasi informasi geospasial tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga komitmen bersama dalam pengelolaan data.
“Tidak cukup hanya dengan teknologi yang canggih, tetapi juga diperlukan kedisiplinan dalam pengelolaan data, mulai dari pengumpulan, pengolahan, hingga penyajian sesuai prinsip Satu Data Indonesia, yaitu standar data, metadata, interoperabilitas, dan kode referensi,” tegasnya.
Ia juga menyoroti peran strategis informasi geospasial sebagai fondasi kebijakan berbasis wilayah.
“Informasi geospasial bukan sekadar pelengkap data statistik, melainkan fondasi utama dalam penyusunan kebijakan berbasis wilayah. Dengan data yang akurat dan terintegrasi, pemerintah dapat mengidentifikasi potensi daerah, memetakan permasalahan, serta menentukan intervensi pembangunan yang tepat sasaran,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Statistik selaku ketua panitia, Keong Makalalg, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan ketersediaan data geospasial yang akurat, mutakhir, terpadu, dan dapat dipertanggungjawabkan, sekaligus meningkatkan kapasitas sumber daya manusia pengelola data geospasial di Provinsi Sulawesi Tengah.
“Implementasi prinsip Satu Data dan Satu Peta Indonesia menekankan pentingnya konsistensi, integritas, serta interoperabilitas data geospasial guna mendukung pengambilan keputusan lintas sektor,” ungkapnya.
Ia juga mengingatkan bahwa di era informasi saat ini, pengambilan keputusan berbasis data menjadi sangat krusial.
“Kami berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan ini dengan serius, sehingga mampu mendukung terwujudnya Satu Data Indonesia, baik di tingkat provinsi maupun nasional, sebagaimana amanat Peraturan Presiden Nomor 39 Tahun 2019,” pungkasnya.
Sumber : PPID Dinas Kominfosantik Provinsi Sulteng
Air Terjun Saluopa merupakan salah satu destinasi wisata alam paling terkenal di Provinsi Sulawesi Tengah. Terletak di Desa Tonusu, Kabupaten Poso, air terjun ini menawarkan panorama alam yang masih sangat asri dengan aliran air yang jernih, udara sejuk, dan suasana hutan tropis yang menenangkan. Keunikan Air Terjun Saluopa terletak pada bentuknya yang bertingkat, sehingga sering disebut sebagai salah satu air terjun terindah di Indonesia.
Lokasi Air Terjun Saluopa
Air Terjun Saluopa berada di Desa Tonusu, Kecamatan Pamona Puselemba, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah. Lokasinya sekitar 15 kilometer dari Kota Tentena atau dapat ditempuh dalam waktu sekitar 30 menit menggunakan kendaraan bermotor. Dari area parkir, pengunjung masih perlu berjalan kaki sekitar 500 meter melewati jalur setapak yang telah dilengkapi jembatan dan pepohonan rindang.
Keunikan Air Terjun Saluopa
Daya tarik utama Air Terjun Saluopa adalah bentuknya yang terdiri dari 12 tingkatan dengan aliran air yang mengalir di atas bebatuan alami. Air yang jatuh dari setiap tingkat membentuk kolam-kolam kecil yang jernih dan menyegarkan.
Beberapa keunikan Air Terjun Saluopa antara lain:
Memiliki 12 tingkatan yang tersusun alami.
Airnya sangat jernih dan relatif tetap bening sepanjang tahun.
Bebatuan di sekitar air terjun cenderung tidak licin sehingga lebih aman untuk dilalui.
Dikelilingi hutan tropis yang masih alami.
Memiliki udara yang sejuk dan bebas dari polusi.
Keindahan tersebut menjadikan Air Terjun Saluopa sebagai destinasi favorit bagi wisatawan lokal maupun mancanegara.
Aktivitas yang Dapat Dilakukan
Pengunjung dapat menikmati berbagai aktivitas menarik selama berada di Air Terjun Saluopa, di antaranya:
Bermain air di kolam alami.
Berenang pada area yang aman.
Berfoto dengan latar air terjun bertingkat.
Trekking ringan menyusuri kawasan hutan.
Menikmati suasana alam yang tenang.
Piknik bersama keluarga atau teman.
Bagi pecinta fotografi, setiap sudut Air Terjun Saluopa menawarkan pemandangan yang sangat indah dan cocok dijadikan objek foto.
Fasilitas Wisata
Untuk menunjang kenyamanan pengunjung, kawasan wisata Air Terjun Saluopa telah dilengkapi dengan berbagai fasilitas, seperti:
Area parkir kendaraan.
Jalur pejalan kaki.
Gazebo atau tempat istirahat.
Warung makan.
Kamar mandi dan ruang ganti.
Area duduk untuk bersantai.
Fasilitas tersebut membuat wisatawan dapat menikmati keindahan alam dengan lebih nyaman.
Waktu Terbaik Berkunjung
Waktu terbaik untuk mengunjungi Air Terjun Saluopa adalah pada musim kemarau atau saat cuaca cerah. Pada waktu tersebut, jalur menuju lokasi lebih mudah dilalui dan pemandangan air terjun tampak lebih indah.
Sebaiknya pengunjung datang pada pagi atau siang hari agar memiliki waktu yang cukup untuk menikmati seluruh area wisata. Tetap berhati-hati saat bermain air, terutama ketika debit air meningkat setelah hujan.
Tips Berkunjung
Agar perjalanan semakin nyaman, berikut beberapa tips yang dapat diperhatikan:
Gunakan alas kaki yang nyaman dan tidak licin.
Bawa pakaian ganti jika ingin bermain air.
Siapkan kamera atau ponsel untuk mengabadikan momen.
Jagalah kebersihan dengan tidak membuang sampah sembarangan.
Ikuti petunjuk dan aturan yang berlaku di kawasan wisata.
Dengan menjaga kebersihan dan kelestarian alam, keindahan Air Terjun Saluopa dapat terus dinikmati oleh generasi mendatang.
Penutup
Air Terjun Saluopa merupakan salah satu permata wisata alam Sulawesi Tengah yang menawarkan keindahan luar biasa. Air terjun bertingkat dengan air yang jernih, suasana hutan yang asri, serta udara yang sejuk menjadikannya destinasi yang cocok untuk melepas penat dan menikmati keindahan alam. Jika Anda berkunjung ke Kabupaten Poso atau kawasan Tentena, Air Terjun Saluopa adalah destinasi yang wajib masuk dalam daftar perjalanan Anda.
Palu, 7 April 2026 – Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Tengah terus memperkuat langkah strategisnya dalam mengembangkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif melalui kolaborasi lintas sektor. Momentum penting dari upaya ini ditandai dengan pelaksanaan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara lembaga pendidikan tinggi STAH Dharma Sentana dengan Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Tengah. Perjanjian ini menjadi tonggak awal yang krusial dalam menyatukan visi besar antara pemerintah daerah dan dunia akademisi.
Dalam kegiatan tersebut, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Tengah, Dra. Diah Agustiningsih, M.Pd., menegaskan bahwa pembangunan sektor pariwisata tidak mungkin dilakukan secara ego-sektoral atau berjalan sendiri. Diperlukan sebuah sinergi yang kuat dan berkesinambungan antar berbagai pihak untuk mewujudkan tujuan bersama. Pendekatan kolaboratif ini setidaknya harus melibatkan pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas, media, hingga para pemilik modal guna menciptakan ekosistem pariwisata yang berkelanjutan dan berdampak luas.
Saat ini, sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Sulawesi Tengah sendiri telah menunjukkan tren pertumbuhan yang sangat positif. Hal ini terlihat jelas dari pesatnya kemunculan berbagai usaha baru yang diinisiasi oleh masyarakat. Selain itu, beragam jasa yang terhubung langsung dengan industri pariwisata dan ekonomi kreatif juga terus berkembang secara dinamis dari waktu ke waktu.
Namun demikian, di balik tren pertumbuhan yang positif tersebut, masih terdapat tantangan nyata yang harus segera diurai. Tantangan utama yang cukup mendesak adalah adanya kesenjangan antara tingginya kebutuhan spesifik dari industri dengan tingkat kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM) lokal yang ada saat ini.
Oleh karena itu, langkah menggandeng institusi pendidikan seperti STAH Dharma Sentana dinilai sebagai solusi yang sangat tepat dan strategis. Kerja sama ini difokuskan pada upaya mempersiapkan sekaligus mencetak SDM yang kemampuannya relevan dengan perkembangan zaman. Melalui sinergi pendidikan ini, diharapkan lahir individu-individu yang adaptif dan mampu menjawab segala tantangan serta kebutuhan industri secara profesional.
Melalui kolaborasi erat ini, target yang ingin dicapai bukan hanya sekadar menghasilkan tenaga kerja yang siap pakai untuk mengisi lowongan di perusahaan. Lebih dari itu, kerja sama ini juga diharapkan mampu menetaskan wirausaha-wirausaha baru yang tangguh di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Dengan demikian, sektor ini dapat memberikan kontribusi yang lebih signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, perluasan penyerapan tenaga kerja, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat Sulawesi Tengah.
Sebagai visi jangka panjang, penguatan sinergi ini diharapkan mampu mendorong transformasi sektor pariwisata dari yang tadinya sekadar sektor pendukung menjadi salah satu pilar utama pembangunan daerah. Dengan dukungan SDM yang kompeten, inovatif, dan berdaya saing, serta pelibatan aktif seluruh pemangku kepentingan, pariwisata Sulawesi Tengah diyakini akan mampu mendongkrak kontribusinya terhadap PDRB. Pada akhirnya, hal ini akan memperluas dampak ekonomi secara inklusif dan memperkuat posisi daerah sebagai destinasi wisata yang tidak hanya unggul secara potensi, tetapi juga matang dalam tata kelola dan pengembangan industrinya.
Sumber : PPID Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Tengah
Palu – Kegiatan visitasi dan pendampingan oleh tim dari RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar memasuki hari ketiga pada Rabu (9/4/2026) di RSUD Undata Palu.
Pada hari ketiga ini, agenda difokuskan pada pengisian template Monitoring Kinerja Keuangan dan Operasional (MKKO) yang dimulai pukul 10.00 WITA hingga selesai. Kegiatan dipandu langsung oleh Tim Pembina RSUP Wahidin Sudirohusodo bersama jajaran manajemen RSUD Undata Palu.
Proses pengisian template MKKO meliputi pengumpulan dan verifikasi data dukung, termasuk laporan keuangan, data utilisasi layanan, produktivitas, serta indikator operasional lainnya. Pendampingan ini bertujuan memastikan data yang disusun akurat, valid, dan sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan.
Selain itu, tim pembina juga memberikan arahan teknis serta masukan strategis guna meningkatkan kualitas tata kelola rumah sakit, khususnya dalam aspek perencanaan, pengendalian, dan evaluasi kinerja.
Melalui kegiatan ini, diharapkan RSUD Undata Palu dapat semakin optimal dalam menyusun laporan kinerja yang komprehensif serta meningkatkan mutu pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Kegiatan visitasi dan pendampingan ini menjadi bagian penting dalam upaya pembinaan berkelanjutan guna mendukung transformasi layanan kesehatan yang lebih efektif dan efisien.