WhatsApp Image 2025-06-02 at 01.42.13

Gubernur Anwar Hafid Instruksikan Bupati Parigi Moutong Berantas Tambang Ilegal dalam 100 Hari

PALU – Gubernur Sulawesi Tengah, H. Anwar Hafid, M.Si., menegaskan sikap tegas terhadap maraknya praktik pertambangan ilegal (PETI) di sejumlah wilayah, khususnya di Kabupaten Parigi Moutong. Dalam sambutannya saat melantik Bupati dan Wakil Bupati Parigi Moutong, Senin (2/6/2025), Anwar menyampaikan perintah langsung agar pemberantasan tambang ilegal menjadi prioritas kerja utama dalam 100 hari pertama kepemimpinan.

Gubernur menyampaikan keprihatinan atas kondisi air sungai yang tercemar akibat aktivitas tambang ilegal dan meminta langkah konkret segera diambil oleh kepala daerah setempat untuk melindungi petani dan lingkungan.

“Saya minta kepada Bupati Parigi Moutong untuk menjadikan prioritas pertama, kerja utama. Bagaimana kita memberikan perlindungan sebesar-besarnya kepada petani kita atas tercemarnya air-air sungai yang menyebabkan pengairan dan sebagainya menjadi merah dan sebagainya,” ujar Gubernur.

Ia menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah siap memberikan dukungan penuh dalam penanganan tambang ilegal di wilayah tersebut. Komitmen ini termasuk dukungan kebijakan, koordinasi, hingga bantuan operasional bila dibutuhkan.

“Insya Allah apapun kebutuhannya Pak Bupati akan kami support, sehingga kegiatan penambangan ilegal ini bisa segera berakhir, sehingga pertanian kita bisa lebih maju di masa yang akan datang,” lanjutnya.

Anwar Hafid juga menyinggung pentingnya peran kepala daerah sebagai pengawas utama di wilayah masing-masing, meskipun kewenangan perizinan tambang kini berada di tingkat pusat. Ia menekankan bahwa keberanian kepala daerah dalam bertindak adalah kunci perlindungan terhadap masyarakat.

“Jangan pernah takut, jangan pernah ragu. Kalau untuk melindungi masyarakat kita, saya minta para Bupati, Wali Kota untuk tegas terhadap setiap apa yang menjadi keluhan masyarakat di daerah,” tegas Gubernur.

Ia memberikan contoh nyata keberanian Bupati Sigi yang telah menutup aktivitas tambang ilegal di Lindu. Anwar menyebut langkah tersebut sebagai tindakan inspiratif yang patut diikuti.

“Saya juga berharap apa yang dilakukan oleh Bupati Sigi dengan menutup kegiatan pertambangan ilegal di Lindu itu bisa menjadi salah satu contoh. Semoga kita semua berani melakukan apa yang dilakukan oleh Bupati Sigi sehingga pertambangan ini tidak mengganggu hajat hidup orang banyak,” ungkapnya.

Gubernur menutup pernyataannya dengan harapan agar agenda pemberantasan PETI tidak hanya menjadi formalitas dalam rencana kerja, melainkan sebuah langkah nyata dan berdampak bagi masyarakat. Ia optimis bahwa kepemimpinan baru di Parigi Moutong mampu membawa perubahan besar dalam waktu singkat.

“Sekali lagi, saya sangat berharap Pak Bupati menjadikan ini menjadi program 100 hari kerja. Insya Allah saya yakin, dengan kepemimpinan Pak Irwin Burase dan Pak Sahid, 100 hari kerja ke depan, Parimo bebas PETI,” pungkas Anwar Hafid.

Sumber Rilis : Tim Media AH
Foto : PPID Utama/Humas Pemprov. Sulteng

WhatsApp Image 2025-06-02 at 01.40.36

Gubernur Anwar Hafid Lantik Bupati dan Wakil Bupati Parigi Moutong dan Banggai

PALU – Gubernur Sulawesi Tengah, H. Anwar Hafid, M.Si., secara resmi melantik dua pasangan kepala daerah terpilih, yakni Erwin Burase, S.Kom., dan Abdul Sahid, S.Pd., sebagai Bupati dan Wakil Bupati Parigi Moutong, serta Ir. H. Amiruddin Tamoreka, M.M., dan Drs. H. Furqanuddin Masulili, M.M., sebagai Bupati dan Wakil Bupati Banggai. Pelantikan dilaksanakan di halaman Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, Senin (2/6/2025).

Prosesi diawali pembacaan Keputusan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia dan dilanjutkan pengambilan sumpah jabatan oleh Gubernur, yang dalam pernyataannya menekankan bahwa pelantikan ini bukan hanya momen administratif, tetapi titik awal tanggung jawab besar dalam menjawab amanah rakyat.

Pelantikan ini juga dirangkaikan dengan pengukuhan Ketua Tim Penggerak PKK dan Ketua Pembina Posyandu Kabupaten Parigi Moutong serta Kabupaten Banggai oleh Ketua TP-PKK Provinsi Sulteng, Sry Nirwanti Bahasoan.

Dalam sambutannya, Gubernur menyebut Parigi Moutong dan Banggai sebagai dua daerah strategis, yang ia sebut sebagai “raksasa” Sulawesi Tengah karena luas wilayah dan jumlah penduduk yang besar. Ia meyakini pelantikan ini merupakan bagian dari momentum penting untuk mendorong percepatan pembangunan di kedua kabupaten tersebut.

“Saya yakin ini bukan kebetulan, tetapi bagian dari skenario Tuhan. Dua daerah ini adalah andalan Sulawesi Tengah. Pelantikan ini adalah awal dari tanggung jawab besar untuk menjawab harapan masyarakat,” ujar Anwar.

Ia menyampaikan rasa syukur karena diberikan kepercayaan langsung oleh Presiden RI melalui Menteri Dalam Negeri untuk melantik para kepala daerah di dua kabupaten terbesar di Sulteng.

Gubernur Anwar Hafid juga menyampaikan harapan agar kepala daerah yang baru dilantik segera bekerja cepat dan efektif, terutama dalam menjawab kebutuhan dasar masyarakat. Ia menggambarkan para pemimpin baru ini sebagai “baterai baru yang penuh daya”, yang harus segera dimanfaatkan untuk berlari membawa perubahan.

“100 hari pertama bukan sekadar simbol. Itu adalah energi baru, semangat baru. Gunakan momentum ini untuk menghadirkan dampak nyata bagi rakyat,” tegasnya.

Selain itu, Anwar juga menitipkan pentingnya sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota agar tidak terjadi tumpang tindih program dan anggaran. Ia menegaskan bahwa Gubernur hadir sebagai mitra kerja dan tenaga bantu bagi para Bupati dan Wali Kota.

Pelantikan ini turut dihadiri oleh tokoh-tokoh penting seperti Wakil Gubernur dr. Reny Lamadjido, Gubernur periode 2016-2021 dan Anggota DPR RI Longki Djanggola, Gubernur periode 2021–2025 Rusdy Mastura, anggota MPR RI Muhidin M. Said, serta jajaran Bupati dan wakil Wali Kota se-Sulteng, unsur Forkopimda, dan anggota DPR RI dari dapil Sulawesi Tengah.

Sumber Rilis : Tim Media AH
Foto : PPID Utama/Humas Pemprov. Sulteng

WhatsApp Image 2025-06-01 at 19.54.52

Gubernur Anwar Hafid Pimpin Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila

PALU – Gubernur Sulawesi Tengah, H. Anwar Hafid, M.Si., menjadi Inspektur Upacara dalam peringatan Hari Lahir Pancasila yang digelar di halaman Kantor Gubernur Sulteng, Senin (2/6/2025). Upacara berlangsung khidmat dengan dihadiri oleh Wakil Gubernur dr. Reny A. Lamadjido, Ketua DPRD Sulteng Arus Abdul Karim, serta para pejabat di lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Anwar Hafid membacakan sambutan Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), yang menekankan pentingnya memperkokoh ideologi Pancasila sebagai fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara, khususnya dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.

“Pancasila bukan sekadar dokumen historis, tetapi jiwa bangsa yang menjadi pedoman dalam mewujudkan Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur,” tegas Anwar Hafid dalam pidatonya.

Lebih lanjut, Gubernur menyampaikan bahwa di tengah tantangan globalisasi dan digitalisasi yang semakin kompleks, nilai-nilai Pancasila harus terus ditanamkan dalam berbagai aspek kehidupan: pendidikan, birokrasi, ekonomi, hingga ruang digital.

“Sekolah dan universitas harus melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga tangguh secara karakter. Pemerintahan dan birokrasi harus mencerminkan keadilan sosial dan pelayanan publik yang berpihak pada rakyat,” ungkapnya.

Ia juga menegaskan pentingnya pemberdayaan UMKM, koperasi, dan ekonomi kerakyatan agar keadilan sosial tidak hanya menjadi wacana, tetapi dirasakan nyata oleh seluruh masyarakat. Termasuk, menjadikan ruang digital sebagai wadah interaksi yang menjunjung etika, toleransi, dan semangat gotong-royong.

Anwar Hafid menutup pidatonya dengan ajakan untuk menjadikan Pancasila sebagai inspirasi dalam setiap tindakan dan kebijakan, serta menjadikannya sebagai fondasi utama dalam membangun masa depan Indonesia.

“Jika kita ingin Indonesia yang dihormati, maka kita harus memastikan Pancasila tetap menjadi jiwa dalam setiap denyut pembangunan. Mari terus bergotong-royong, menjaga persatuan, dan menanamkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari,” tandasnya.

Sumber Rilis : Tim Media AH
Foto : PPID Utama/Humas Pemprov. Sulteng

IMG-20250601-WA0095-300x199

Gubernur Sulteng Anwar Hafid Hadiri Haflah Akhirussanah Al-Fahmi, Ajak Kepala Daerah Kolaborasi Majukan Pendidikan Qur’ani

PALU – Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, menghadiri langsung Haflah Akhirussanah Angkatan IV SMAIT Al-Fahmi Boarding School dan Angkatan X SMPIT Al-Fahmi Palu yang digelar di Ballroom Hotel Best Western Coco Palu, Minggu (1/6/2025) pagi.

Dalam arahannya, Gubernur Anwar menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas capaian para siswa yang diwisuda. Ia juga memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada Yayasan Al-Fahmi beserta seluruh tenaga pendidik yang telah konsisten membina generasi Qur’ani, baik dari sisi akademik maupun karakter dan nilai keislaman.

“Anak-anak yang lulus hari ini bukan sekadar tamat secara akademik, tetapi telah menuntaskan hafalan Al-Qur’an dan menunjukkan akhlak mulia. Ini adalah investasi besar untuk masa depan Sulawesi Tengah,” ujar Gubernur Anwar.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Anwar Hafid menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah provinsi dan seluruh kepala daerah se-Sulawesi Tengah dalam memperkuat sistem pendidikan, khususnya pendidikan berbasis nilai-nilai keislaman dan karakter.

“Ini saatnya kita satukan langkah. Tidak bisa hanya satu atau dua daerah yang bergerak. Pendidikan adalah tanggung jawab kolektif. Saya mengajak semua bupati dan wali kota agar bersama-sama membangun ekosistem pendidikan yang memadukan ilmu, iman, dan akhlak. Seperti yang telah ditunjukkan Al-Fahmi,” tegasnya.

Gubernur juga menyampaikan bahwa pembangunan sumber daya manusia menjadi prioritas dalam kepemimpinannya. Ia ingin mendorong lebih banyak lembaga pendidikan yang mampu melahirkan generasi berintegritas, berilmu, dan cinta Al-Qur’an.

Turut hadir dalam acara tersebut, Anggota DPRD Provinsi Sulteng Wiwik Jumatul Rofi’ah, serta jajaran Pemerintah Kota Palu yang diwakili oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra, H. Usman Dalam sambutannya, Asisten Usman turut menyampaikan selamat dan pesan dari Wali Kota Palu kepada para siswa yang diwisuda. Haflah Akhirussanah kali ini menandai kelulusan 20 siswa dari SMAIT dan 80 siswa dari SMPIT Al-Fahmi. Momen ini menjadi simbol keberhasilan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada akademik, tetapi juga pada pembinaan akhlak dan kedekatan dengan Al-Qur’an.

Gubernur Anwar Hafid menutup arahannya dengan harapan agar para lulusan terus membawa nilai-nilai Qur’ani dalam setiap langkah kehidupan mereka, serta menjadi agen perubahan yang membawa kebaikan bagi daerah dan bangsa.

“Jangan pernah jauh dari Al-Qur’an. Jadilah cahaya yang menerangi Sulawesi Tengah,” pungkasnya.

Sumber rilis dan foto : Tim Media AH

WhatsApp Image 2025-05-31 at 03.47.10

Dekranasda Sulteng Perkenalkan Batik Bomba di Rehearsal BTN Fashion Week Jakarta

JAKARTA – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Sulawesi Tengah terus memperkuat promosi kain lokal khas daerah ke panggung nasional. Kali ini, Dekranasda Sulteng memperkenalkan Batik Bomba, kain tenun khas Donggala, dalam gelaran Rehearsal BTN Fashion Week Ronakultura di Jakarta, Sabtu (31/5/2025).

Dalam ajang ini, Dekranasda Sulteng menggandeng desainer asal Sulteng yang kini berkarya di Jakarta, Febry Ferry Fabry atau akrab disapa FFF, untuk menampilkan karya bertema “Asmara” yang memasuki satu dekade eksistensinya tahun ini.

Ketua Dekranasda Sulawesi Tengah, Sry Nirwanti Bahasoan, hadir langsung mendukung peragaan busana tersebut. Ia menyampaikan apresiasi atas kolaborasi ini, yang dinilainya mampu membawa tenun tradisional Sulteng lebih dekat dengan generasi muda dan pasar fashion modern.

“Kami sangat mendukung karya Febry, atau FFF. Desainnya casual dan bisa digunakan di berbagai suasana, ke mal, jalan-jalan, bahkan untuk nongkrong. Ini membuat anak muda tidak risih memakai tenun,” ujar Sry Nirwanti.

Ia juga menegaskan komitmen Dekranasda untuk terus mendukung UMKM dan para pengrajin tenun lokal dari berbagai kabupaten/kota di Sulawesi Tengah. “Provinsi kita kaya akan ragam kain. Ada banyak motif, seperti tenun ikat, tenun supi, dan tentu saja motif bomba yang hari ini kita perkenalkan. Ke depan, kami akan terus mendukung desainer lokal agar bisa tampil di ajang nasional, bahkan internasional,” lanjutnya.

Sementara itu, Ferry, desainer sekaligus pendiri brand FFF, mengungkapkan rasa bangganya bisa kembali membawa tenun Sulteng ke panggung fashion ibu kota. Ia menyebut, koleksi bertema Asmara ini merupakan bagian dari perayaan 10 tahun brand FFF dan konsisten menggunakan tenun ikat Donggala, khususnya motif bomba yang kaya filosofi.

“Untuk show kali ini, kami tampilkan motif bunga atau bomba. Desainnya kami buat lebih simpel, elegan, dan chic agar bisa digunakan oleh siapa saja dalam berbagai kesempatan. Ini bagian dari misi kami agar kain tenun bisa benar-benar hidup di tengah masyarakat modern,” ungkap Ferry.

Kolaborasi antara Dekranasda Sulteng dan desainer muda seperti Ferry menjadi langkah nyata untuk menjembatani budaya dan industri kreatif. Kain tradisional tidak lagi hanya menjadi simbol warisan, tetapi juga identitas yang bisa dikenakan dengan bangga oleh semua kalangan.

Sumber rilis dan foto : Tim Media AH

WhatsApp Image 2025-05-30 at 06.14.57

100 Hari Kerja Anwar-Reny Tuai Tanggapan Positif Warga Sulteng

Palu-Pemerintahan Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteg) di bawah kepemimpinan Gubernur Anwar Hafid dan Wakil Gubernur Reny Lamadjido genap berjalan 100 hari. Dalam waktu singkat tersebut, sejumlah kebijakan pro-rakyat seperti Berani Cerdas dan Berani Sehat mulai dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.

Berkat program pro rakyat tersebut, berbagai respons positif pun berdatangan, dari kalangan masyarakat Sulteng. Ungkapan dukungan dan rasa syukur banyak disampaikan warga Sulawesi Tengah melalui akun media sosial Anwar Hafid, sebagai bentuk apresiasi atas kerja nyata pasangan dengan tagline BERANI (Bersama Anwar–Reny).

Misalnya akun instagram @aisyahharuna_ ia menuliskanrasa syukurnya mendapat pemimpin yang sangat peduli dan memperhatikan rakyat. Ungkapan tersebut sejalan dengan program-program prioritas Anwar Hafid yang konkret menghilangkan beban rakyat.

“Alhamdulillah kita dapat Gubernur yang betul-betul memperhatikan rakyatnya,” tulis @aisyahharuna_.

Sementara itu, akun @_simaparisss justru menyampaikan kekagumannya terhadap rekam jejak kepemimpinan Anwar Hafid. Berkat rekam jejak ini, Anwar Hafid semakin sensitif terhadap kebutuhan rakyat.

“Dari mencalonkan Bupati sampai Gubernur, Pak @AnwarHafid14 paling peduli dengan rakyat. Gubernur andalanku ini,”tulisnya.

Hal senada juga disampaikan @saribulann._ yang berharap karakter kepemimpinan Anwar Hafid bisa menjadi teladan bagi pemimpin lainnya. Karena baginya, pemimpin yang tahu permasalahan dan penyelesaian beban rakyat sangat dibutuhkan di masa depan.

“Salah satu Gubernur yang bisa diandalkan semoga bisa dicontoh pemimpin-pemimpin yang lain,” ungkapnya.

Tanggapan hangat dari masyarakat ini menunjukkan bahwa langkah awal Anwar–Reny dinilai tepat sasaran dan menyentuh kebutuhan rakyat. Dalam kesempatan lain, Anwar Hafid memastikan, keseluruhan program BERANI akan direalisasikan secara bertahap dalam lima tahun kepemimpinannya.

Sumber rilis dan foto : Tim Media AH

WhatsApp Image 2025-05-30 at 06.13.39

Pengamat : 100 Hari Kerja Anwar-Reny Berjalan Sesuai Target

Palu-Pemerintahan Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid dan Wakil Gubernur Reny A. Lamadjido, mendapat sorotan positif dari kalangan akademisi di momen evaluasi 100 hari kerja pertama mereka. Pengamat Politik Univeristas Tadulako, Muhammad Khairil mengatakan program Anwar Hafid berjalan sesuai dengan target.

Khairil menjelasian, meski 100 hari masih terbilang singkat, namun arah pergerakan pemimpin baru Sulawesi Tengah ini menunjukkan arah yang sangat progresif. Menurutnya, capaian yang telah diraih selama tiga bulan pertama ini sejalan dengan visi-misi yang mereka bawa saat kampanye.

“100 hari beliau menurut saya berhalan sesuai dengan apa yang beliau targetkan. Prinsipnya menurut saya sudah cukup progresif dan bagus,” kata Khairil, Jumat (30/5/2025).

Pernyataan Khairil ini didasari dari hasil pengamatannya terkait sejumlah program pro rakyat yang dibawa oleh Anwar-Reny. Seperti Berani Cerdas dan Berani Sehat, dua program unggulan ini sudah mulai dinikmati oleh masyarakat Sulawesi Tengah tanpa terkecuali.

Misalnya pada program Berani Cerdas, sudah lebih dari 80.000 siswa mendaftar untuk mendapatkan program ini. Rumah Sakit (RS) Undata dan Madani sudah mulai melayani masyarakat yang membutuhkan akses layanan kesehatan gratis hanya menggunakan KTP.

Khairil juga menambahkan bahwa Gubernur Anwar Hafid menunjukkan komitmen kuat terhadap kemajuan masyarakat Sulawesi Tengah, termasuk dalam merealisasikan program-program unggulan yang langsung menyentuh kehidupan masyarakat.

“Menurut saya, Pak Anwar menunjukkan komitmen yang kuat sesuai dengan visi dan misi yang diembannya,” tambahnya.

Tidak tanggung-tanggung Anwar-Reny menyiapkan anggaran besar untuk setiap program pro rakyatnya. Guna menunjang sektor pendidikan Anwar-Reny mengalokasikan Rp.173,5 miliar untuk Berani Cerdas, Rp29,7 miliar untuk Berani Sehat.

Bukan cuma itu, program pro rakyat lainnya mendapat perhatian serupa yakni Berani Lancar Rp52,5 miliar, Berani Tangkap Banyak Rp2,8 miliar, Berani Menyala Rp15 miliar, dan Berani Panen Raya Rp15,8 miliar. Keseluruhan program ini adalah bukti nyata dari keberpihakan pemerintahan Anwar-Reny terhadap rakyat kecil, sekaligus menjadi landasan awal yang kuat untuk pembangunan lima tahun ke depan.

Sumber rilis dan foto : Tim Media AH

WhatsApp Image 2025-05-30 at 04.57.42 (1)

Gubernur Sulteng Anwar Hafid : Sinergitas dan Kolaborasi Kunci Penanganan Cepat Bencana Banjir Bandang di Desa Wombo

Palu-Dalam kunjungan kerjanya ke Kabupaten Buol pada Selasa, 27 Mei 2025, Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, menerima laporan langsung dari Bupati Donggala, Vera Laruni, mengenai bencana banjir bandang yang terjadi di Desa Wombo Kalonggo dan Wombo Induk, Kecamatan Tanantovea, Kabupaten Donggala.

Menanggapi laporan tersebut, Gubernur Anwar Hafid langsung menginstruksikan Kepala BPBD Provinsi Sulteng, Akris Fattah, untuk segera mengambil langkah cepat dalam penanganan bencana. Gubernur menekankan pentingnya sinergitas, kolaborasi, dan komitmen antar instansi pemerintah serta unsur masyarakat dalam setiap penanganan bencana.

“Bencana adalah urusan bersama. Untuk itu, diperlukan keterlibatan aktif dari seluruh unsur – baik pemerintah, lembaga vertikal, maupun masyarakat – agar penanganan dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan tuntas,” tegas Gubernur Anwar Hafid, Jumat, (30/5/2025)

Menindaklanjuti arahan tersebut, BPBD Provinsi Sulteng segera membangun komunikasi intensif dengan berbagai pihak, termasuk BPBD Kabupaten Donggala, Dinas Sosial Sulteng dan Donggala, Dinas BMPR dan Cikasda SDA Sulteng, BWSS III, BPJN, BPPW, Dinas Kesehatan Sulteng dan Donggala, serta perangkat kecamatan dan desa setempat.

Status Tanggap Darurat resmi ditetapkan oleh Bupati Donggala per tanggal 28 Mei 2025 untuk jangka waktu 14 hari kalender.
Beberapa aksi tanggap darurat yang telah dilaksanakan antara lain ; Pertama, Pendiran Pos Komando Tanggap Darurat oleh BPBD Sulteng dan BPBD Donggala pada 27 Mei 2025, termasuk penyediaan light tower dan bronjong.

Kedua, penyaluran bantuan logistik dari Pemprov Sulteng, Pemkab Donggala, dan Kemensos RI oleh Dinas Sosial pada 28 Mei 2025.

Ketiga, operasi evakuasi dan pencarian dua korban hilang oleh tim gabungan yang melibatkan BPBD, Basarnas, Tagana, TNI, Polri dan masyarakat. Kedua korban, atas nama Raho (55) dan Ramsia (60), ditemukan dalam keadaan meninggal dunia pada 28 Mei 2025.

Keempat, dukungan alat berat dari Pemkab Donggala berupa 3 unit excavator, 1 loader, 6 truk, 2 tangki air, serta penyediaan tenda dan posko pengungsi.

Kelima, bantuan dari instansi vertikal : 1 unit excavator dan 200 m³ bronjong dari BWSS III, rangka baja Bailey 30 meter dari BPJN, dan 4 unit hidran umum dari BPPW.

Keenam, hingga Jumat, 30 Mei 2025, kegiatan pembersihan dan normalisasi masih berlangsung, termasuk pemasangan jembatan Bailey dan layanan air bersih oleh berbagai pihak.

Ketuju, layanan dapur umum terus berjalan di bawah koordinasi Dinas Sosial Donggala dan relawan.

Kedelapan, pelayanan kesehatan terpadu disediakan oleh Dinas Kesehatan Sulteng dan Donggala, Universitas Alkhairaat (UNISA), Baznas, Puskesmas, dan relawan.

Kepala BPBD Sulteng, Akris Fattah, menyampaikan bahwa seluruh kegiatan ini adalah wujud konkret dari arahan Gubernur dalam memperkuat koordinasi lintas sektor demi respons bencana yang lebih baik.

“Arahan Bapak Gubernur sangat jelas: harus ada kerja kolektif dan respons terpadu. Ini yang sedang dan terus kami lakukan,” ujar Akris Fattah.

Dalam pernyataan resminya, Gubernur Anwar Hafid juga menyampaikan belasungkawa mendalam atas korban jiwa akibat banjir bandang ini.

“Kami turut berduka cita atas wafatnya dua warga Desa Wombo. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan, dan seluruh warga terdampak segera pulih dari musibah ini,” ucap Gubernur.

Lebih lanjut, Anwar Hafid menegaskan bahwa penanganan bencana di Sulawesi Tengah ke depan akan dijalankan dalam kerangka program “BERANI BERINTEGRITAS dan BERANI LANCAR”. Ia berharap agar kecepatan dalam penanganan – “Cepat Tanggap, Cepat Tindak, Cepat Tuntas” – dapat menjadi prinsip dasar dalam setiap kejadian bencana.

“Kami ingin pelayanan kebencanaan berjalan efektif, efisien, terstruktur, terkoordinir, dan terukur. Ini bukan hanya soal teknis, tetapi soal komitmen moral kita bersama,” tutup Gubernur Anwar Hafid.

Sumber : PPID Pelaksana BPBD Provinsi Sulawesi Tengah

WhatsApp Image 2025-05-28 at 18.02.57

Gubernur Sulteng Dorong Sinergi Pemerintah Daerah Lewat Program 9 BERANI

Buol-Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid, M.Si memimpin rapat kerja strategis antara Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dan Pemerintah Kabupaten Buol, yang digelar di Ruang Sidang Utama DPRD Kabupaten Buol, Rabu (28/5/2025). Agenda ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat sinergi lintas pemerintahan melalui implementasi Program 9 BERANI.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Wakil Gubernur dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK., M.Kes, Bupati Buol Risharyudi Triwibowo, Sekretaris Daerah Kabupaten Buol Dadang, Ketua DPRD Buol Ryan Nathaniel Kwendy, serta unsur Forkopimda, kepala OPD, kepala desa, dan mitra strategis seperti Bank Sulteng, BPS, Bulog, BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, dan PLN.

Dalam sambutannya, Gubernur Anwar Hafid menekankan pentingnya menyamakan persepsi antar jenjang pemerintahan agar pembangunan berjalan searah dan terkoordinasi.

“Kami datang untuk menyamakan persepsi agar pelaksanaan pemerintahan dari tingkat provinsi hingga kabupaten dapat berjalan searah,” ujar Gubernur Anwar Hafid.
Ia juga mengingatkan agar ego sektoral antar instansi tidak lagi menjadi penghambat pembangunan.
“Kalau dulu kita sama-sama bekerja, sekarang kita harus bekerjasama. Sinergi adalah kunci. Kita ubah pendekatan dari sektoral menjadi kolaboratif, demi rakyat Sulawesi Tengah,” tegasnya.

Gubernur Anwar Hafid memaparkan Program 9 BERANI, sebagai visi pembangunan Provinsi Sulawesi Tengah yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Program ini merupakan refleksi pengalaman pribadi Anwar Hafid, dari kepala desa hingga pejabat pusat.

  1. BERANI Cerdas Pendidikan gratis untuk SMA/SMK/SLB negeri maupun swasta. Tersedia BERANI Beasiswa dengan lebih dari 80.000 pendaftar, bantuan seragam, serta BOS daerah.
  2. BERANI Sehat Layanan kesehatan gratis bagi warga ber-KTP Sulteng melalui kerja sama dengan BPJS. Cakupan kesehatan sudah mencapai status Universal Health Coverage (UHC).
  3. BERANI Lancar Pembangunan 1.000 kilometer jalan desa untuk memperkuat akses pedalaman.
  4. BERANI Menyala Sinergi dengan PLN untuk elektrifikasi desa. Dari 89 desa yang belum teraliri listrik, kini tersisa 87 desa.
  5. BERANI Berkah Penghentian aktivitas pemerintahan selama 30 menit menjelang waktu ibadah sebagai bentuk penghormatan lintas agama.
  6. BERANI Makmur Peningkatan hasil pertanian dan perikanan melalui program Berani Panen Raya dan Berani Tangkap Banyak, serta pembentukan brigade pertanian.
  7. BERANI Harmoni Pengembangan 1.000 Desa Wisata (DEWI) berbasis potensi lokal.
  8. BERANI Sejahtera Program SAWIRA (Sawit Milik Rakyat), pemberian bibit sawit untuk peningkatan ekonomi petani.
  9. BERANI Tanggap Penanganan cepat terhadap bencana dan keadaan darurat sebagai bagian dari pelayanan prima kepada masyarakat.

“Program ini bukan slogan, tapi aksi nyata berdasarkan pengalaman dan kebutuhan rakyat. Kita ingin seluruh rakyat Sulteng merasakan manfaat langsung dari pemerintahan,” jelas Gubernur.

Sebagai bentuk penguatan implementasi, Gubernur menginstruksikan seluruh kepala perangkat daerah lingkup Pemprov Sulteng untuk melakukan pendampingan langsung ke setiap OPD di Kabupaten Buol.

“Saya ingin pastikan program ini tidak berhenti di kertas. Kita turun langsung, kawal, dan pastikan rakyat merasakan dampaknya,” tandas Anwar Hafid.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur juga menyerahkan bantuan bibit tanaman kepada petani, santunan jaminan kematian, dan beasiswa kepada masyarakat yang membutuhkan.

Kehadiran seluruh elemen pemerintah dan mitra strategis menandai komitmen kolektif untuk membangun Sulawesi Tengah secara inklusif dan berkelanjutan melalui semangat BERANI.

Sumber rilis : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi Sulteng
Foto : PPID Utama/Humas Pemprov. Sulteng

WhatsApp Image 2025-05-27 at 22.34.03

Transformasi Digital Pendidikan Sulteng: E-Ijazah dan TTE Tersertifikasi

Palu-Era digital membawa transformasi besar dalam dunia pendidikan, khususnya dalam administrasi kelulusan. Inovasi terkini yang didorong adalah ijazah elektronik (e-Ijazah) yang dilengkapi dengan tanda tangan elektronik (TTE) tersertifikasi. Rabu, (28/5/2025)

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, melalui Dinas Pendidikan, terus mendorong dan memfasilitasi pemanfaatan e-Ijazah guna mewujudkan layanan pendidikan yang lebih cepat, aman, dan efisien.

E-Ijazah menjadi solusi modern untuk pengelolaan dokumen kelulusan. Untuk jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah, Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Permendikbudristek) Nomor 58 Tahun 2024 memberikan opsi bagi satuan pendidikan untuk menerbitkan ijazah dengan tanda tangan basah atau TTE tersertifikasi. Sementara untuk Jenjang Pendidikan Tinggi, Permendikbudristek Nomor 50 Tahun 2024 mengatur lebih lanjut mengenai ijazah elektronik.

Dalam rangka penerapan ijazah elektronik tersebut, pengadaan tanda tangan elektronik tersertifikasi dapat difasilitasi oleh Penyelenggara Sertifikasi Elektronik (PSrE). Pihak sekolah/institusi dapat memilih menggunakan layanan PSrE Instansi, seperti Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), maupun PSrE Non-Instansi, seperti Mekari Sign.

Sebagai dokumen kelulusan dalam format digital, ijazah elektronik yang menggunakan TTE tersertifikasi memiliki kekuatan hukum yang sama dengan ijazah konvensional.
Penerapan ijazah digital menawarkan berbagai keunggulan signifikan, seperti keamanan yang lebih tinggi dari risiko pemalsuan, proses penerbitan dan verifikasi yang jauh lebih efisien, kemudahan akses bagi para lulusan, serta mendukung prinsip keberlanjutan lingkungan dengan mengurangi penggunaan kertas.

Dengan berbagai manfaat tersebut, Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah mengimbau seluruh insan pendidikan, peserta didik, orang tua, dan masyarakat luas untuk mendukung pemanfaatan e-Ijazah. Langkah ini demi mewujudkan sistem administrasi pendidikan di Sulawesi Tengah yang lebih modern, transparan, akuntabel, dan berdaya saing.

Sumber : PPID Pelaksana Dinas Pendidikan Provinsi Sulteng