WhatsApp Image 2025-05-27 at 22.31.32

Rekam Medis Elektronik dan Tanda Tangan Digital Tersertifikasi : Modernisasi Layanan Kesehatan di Sulawesi Tengah

Palu-Perkembangan teknologi membawa transformasi signifikan pada layanan kesehatan, khususnya dalam administrasi data pasien. Inovasi penting adalah Rekam Medis Elektronik (RME) yang dilengkapi tanda tangan digital yang tersertifikasi oleh Penyelenggara Sertifikasi Elektronik (PSrE). Rabu, (28/5/2025)

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, melalui Dinas Kesehatan, terus mendorong implementasi RME dan tanda tangan digital tersertifikasi ini untuk layanan kesehatan yang lebih cepat, aman, dan efisien.
RME dan tanda tangan digital menjadi solusi untuk meningkatkan kualitas dan keamanan pencatatan riwayat medis pasien di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes).

Keabsahan dan kewajiban penggunaan RME telah diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 24 Tahun 2022 tentang Rekam Medis. Regulasi ini mewajibkan seluruh fasyankes, mulai dari praktik mandiri hingga rumah sakit, untuk menyelenggarakan RME secara bertahap.

Penerapan RME ini juga mencakup penggunaan tanda tangan digital yang tersertifikasi oleh PSrE untuk menjamin keamanan, integritas data, dan autentisitas petugas kesehatan yang melakukan pencatatan.

Untuk mendapatkan tanda tangan digital tersertifikasi, fasilitas pelayanan kesehatan dapat mengakses layanan dari Penyelenggara Sertifikasi Elektronik (PSrE) Instansi, yang diselenggarakan oleh Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), serta layanan dari PSrE Non-Instansi, yang disediakan oleh entitas swasta terakreditasi seperti Mekari Sign.

Saat ini, fasyankes di Sulawesi Tengah terus didorong untuk sepenuhnya beralih dan menerapkan sistem RME sesuai amanat Permenkes tersebut, demi tercapainya standar layanan kesehatan nasional.

Dengan berbagai keunggulan seperti kemudahan akses data pasien antar fasyankes, pengurangan risiko kesalahan medis, efisiensi biaya, dan keamanan data yang lebih terjamin, RME dengan tanda tangan digital tersertifikasi menjadi pilihan tepat untuk layanan kesehatan modern.

Dinas Kesehatan Sulteng mengimbau seluruh fasyankes dan tenaga kesehatan untuk mengadopsi RME dan tanda tangan digital, mendukung sistem layanan kesehatan yang lebih maju, transparan, dan terpercaya bagi masyarakat.

Sumber : PPID Pelaksana Dinas Kesehatan Provinsi Sulteng

WhatsApp Image 2025-05-27 at 21.43.47

Gubernur Anwar Hafid Instruksikan Penanganan Cepat Banjir di Desa Wombo Kalonggo

DONGGALA – Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, menginstruksikan langsung Bupati Donggala, Vera Elena Laruni, untuk meninjau dan menangani banjir bandang yang terjadi di Desa Wombo Kalonggo, Kecamatan Tanantovea, Kabupaten Donggala, Selasa (27/5/2025).

Meski sedang melakukan kunjungan kerja bersama Wakil Gubernur dan jajaran OPD Pemprov Sulteng di Kabupaten Buol, Gubernur Anwar tetap memantau situasi bencana dan memastikan pemerintah daerah hadir di tengah masyarakat yang terdampak.

“Saya memang tidak bisa hadir langsung karena sedang berada di Buol. Tapi saya sudah menghubungi Ibu Bupati untuk segera turun dan melihat langsung kebutuhan warga,” ujar Anwar Hafid.

Bupati Donggala, Vera Laruni, membenarkan bahwa dirinya menerima telepon langsung dari Gubernur Anwar Hafid tak lama setelah mengetahui informasi banjir.

“Pak Gubernur menelpon saya dan menyampaikan permohonan maaf karena tidak bisa hadir. Beliau minta saya untuk segera meninjau lokasi dan memastikan apa saja yang dibutuhkan masyarakat,” kata Vera.

Menurut Bupati, kebutuhan mendesak di lapangan saat ini antara lain tenda darurat (gonjong) dan normalisasi aliran sungai. Ia juga menyampaikan bahwa pihaknya akan mulai mengupayakan alat berat ke lokasi dalam waktu dekat.

“Saya sudah laporkan ke Pak Gubernur, dan mudah-mudahan mulai besok (hari ini, red) kita bisa turunkan alat berat,” ucap Bupati Vera.

Sumber Rilis : Tim Media AH
Foto : Dok Bupati Donggala

IMG-20250528-WA0045-300x200

Gubernur Sulteng Buka Rembuk Budaya “Bokid Hadat” di Buol

Buol-Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, secara resmi membuka kegiatan Rembuk Budaya “Bokid Hadat” di Lapangan Anjungan Leok, Kabupaten Buol, Selasa (27/5/2025).

Kegiatan ini menjadi bagian dari kunjungan kerja perdananya sejak dilantik bersama Wakil Gubernur dr. Reny A. Lamadjido.

Dalam kunjungan tersebut, Gubernur Anwar Hafid turut didampingi sejumlah pejabat, antara lain Wakil Gubernur dr. Reny, Komisaris Utama Bank Sulteng, para kepala perangkat daerah Provinsi Sulteng, serta pimpinan instansi vertikal seperti BPJS, Bulog, dan BPS Provinsi Sulawesi Tengah.

Kabupaten Buol menjadi daerah pertama yang dikunjungi Gubernur Anwar Hafid dalam kapasitasnya sebagai Gubernur. Ia mengaku memiliki kedekatan khusus dengan Buol sejak lama.

“Buol bukan wilayah yang asing bagi saya. Sebelum menjadi anggota DPR RI, saya sudah sering berkunjung ke sini,”ujarnya.

Sebelumnya Pemerintah Kabupaten Buol bersama Raja Buol menganugerahkan gelar kehormatan “Tao Doka” atau “Orang Besar” kepada Gunernur Anwar Hafid. Ia pun menyampaikan rasa terima kasih dan komitmennya untuk menjaga amanah gelar tersebut.

“Insya Allah, gelar ini akan saya sandang dengan penuh kebanggaan. Saya akan buktikan bahwa saya layak menyandangnya,”tegasnya.

Gubernur Anwar Hafid menekankan pentingnya pelestarian budaya di tengah gempuran globalisasi. Ia menyatakan dukungan penuh terhadap penguatan identitas budaya lokal dan berencana menginternalisasikan nilai-nilai budaya ke dalam sistem pemerintahan, melalui peraturan daerah.

Lebih lanjut, Ia menyatakan komitmennya untuk menyalurkan dana hibah kepada seluruh keraton aktif di Sulawesi Tengah, termasuk Kerajaan Buol, sebagai bagian dari upaya pelestarian adat dan budaya.

Bupati Buol, Risharyudi Triwibowo, berharap rembuk budaya ini menghasilkan rekomendasi konkret yang dapat dituangkan dalam produk hukum daerah, antara lain : penguatan institusi kerajaan, seni budaya lokal, kurikulum muatan lokal, serta peradilan adat.

Sementara itu, Raja Buol, Moh. Syafri Turungku, menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya acara tersebut. Ia menilai kegiatan ini sebagai “nafas” bagi keberlangsungan adat dan budaya di Buol.

“Budaya bukan sekadar warisan masa lalu, tetapi penunjuk arah masa depan,”ujarnya.

Tampak hadir, Wabup Buol, Unsur Forkopimda Buol, Perangkat kerajaan dan Dewan Adat Buol, Pimpinan OPD Kab.Buol, Para Kades dan Ketua BPD Desa.

Sumber : Biro Administrasi Pimpinan

WhatsApp Image 2025-05-27 at 16.29.48

Plt. Kadis Kominfosantik Sulteng Hadiri Rembuk Budaya di Buol

Buol– Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (Kominfosantik) Provinsi Sulawesi Tengah, Wahyu Agus Pratama, S.STP., M.AP, menghadiri gelaran Rembuk Budaya yang berlangsung meriah di Lapangan Anjungan Leok Kabupaten Buol, Selasa (27/5/2025).

Kegiatan budaya ini dibuka secara resmi oleh Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid, M.Si, yang hadir bersama Wakil Gubernur, dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK., M.Kes. Turut hadir dalam acara ini antara lain ; Bupati Buol H. Risharyudi Triwibowo, MM, Raja Buol beserta permaisuri, unsur Forkopimda Provinsi dan Kabupaten, stakeholder serta pejabat terkait lainya.

Dalam sambutannya, Gubernur Anwar Hafid menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kekayaan budaya yang dimiliki Kabupaten Buol. Ia juga mengungkapkan keterikatan emosionalnya dengan masyarakat setempat, bahkan sebelum menjabat sebagai anggota DPR RI.

“Buol memiliki tempat khusus di hati saya. Ini adalah daerah pertama yang saya kunjungi sebagai Gubernur Sulawesi Tengah. Jauh sebelum saya duduk di DPR, saya sudah merasa menjadi bagian dari masyarakat Buol,” ungkap Anwar Hafid.

Pada kesempatan istimewa tersebut, Gubernur Anwar Hafid juga menerima gelar kehormatan “Tao Doka” atau “Orang Besar” dari Pemerintah Kabupaten dan Raja Buol. Gelar ini diberikan sebagai bentuk penghormatan dan kepercayaan masyarakat terhadap kepemimpinan beliau.

“Insya Allah, gelar ini akan saya jaga dengan sebaik-baiknya. Saya akan membuktikan bahwa saya pantas menyandang gelar ini, bukan hanya sebagai simbol, tetapi juga sebagai tanggung jawab besar dalam memajukan budaya dan kesejahteraan masyarakat,” tegas Gubernur.

Gubernur juga menegaskan pentingnya menjaga warisan budaya di tengah arus globalisasi dan perubahan zaman. Ia berkomitmen memperkuat peran budaya lokal melalui kebijakan afirmatif, termasuk regulasi dan pemberian dana hibah bagi kerajaan-kerajaan aktif di Sulawesi Tengah, termasuk Kerajaan Buol.

Plt. Kadis Kominfosantik, Wahyu Agus Pratama, dalam kesempatan terpisah, menyampaikan dukungannya terhadap pelestarian budaya sebagai bagian dari identitas daerah. Ia menilai bahwa kegiatan seperti Rembuk Budaya harus terus dilestarikan sebagai sarana mempererat solidaritas dan memperkuat jati diri masyarakat.

“Budaya adalah fondasi yang mengakar kuat dalam kehidupan masyarakat. Melalui komunikasi publik yang strategis, kami di Kominfosantik siap menjadi jembatan antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga dan mempromosikan nilai-nilai budaya lokal,” tutur Wahyu.

Acara Rembuk Budaya ini menjadi momentum penting dalam mengangkat kembali nilai-nilai adat, memperkuat harmoni sosial, serta mempererat hubungan antara pemerintah provinsi dan masyarakat adat di daerah.

Sumber : PPID Pelaksana Dinas Kominfosantik Provinsi Sulteng

WhatsApp Image 2025-05-26 at 15.21.46

Gubernur Sulteng Tawarkan Potensi Daerah ke Investor Tiongkok

PALU – Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, bersama Wakil Gubernur dr. Reny A. Lamadjido, memaparkan langsung potensi strategis daerah dalam diskusi virtual bersama sejumlah investor asal Tiongkok, Selasa (26/5/2025). Kegiatan ini difasilitasi oleh DPP Apindo Sulawesi Tengah dan berlangsung dari ruang kerja Gubernur.

Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Anwar Hafid menekankan bahwa Sulawesi Tengah terbuka luas terhadap masuknya investasi asing, khususnya dari Tiongkok yang selama ini menjadi mitra penting Indonesia dalam sektor ekonomi dan pembangunan.

“Kita melihat Tiongkok sebagai mitra strategis. Investasi mereka di Indonesia sangat besar, dan Sulawesi Tengah memiliki banyak peluang yang belum tergarap optimal,” ujar Anwar Hafid.

Ia menyebutkan berbagai sektor unggulan yang dapat menjadi daya tarik investor, mulai dari pengembangan kawasan industri dan tambang emas serta tembaga, hingga sektor kelautan, perikanan, dan energi baru terbarukan seperti pembangkit listrik tenaga air dan surya.

“Sulteng kini menjadi salah satu tujuan utama investasi di Indonesia. Kawasan industri seperti smelter nikel, LNG, dan kelapa sawit berkembang pesat, semua berjalan aman dan kondusif,” tambahnya.

Gubernur juga menegaskan kesiapan Pemerintah Provinsi untuk menindaklanjuti setiap peluang kerja sama yang muncul dari diskusi tersebut.

“Kami siap bergerak cepat. Sulawesi Tengah terbuka untuk investasi dan siap memberi kepastian kepada para investor,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua DPP Apindo Sulteng, Wijaya Chandra, menyambut positif langkah cepat pemerintah daerah dalam membuka ruang dialog dengan calon investor internasional.

“Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk memperkenalkan potensi Sulawesi Tengah ke dunia internasional. Kehadiran langsung Pak Gubernur dan Ibu Wakil Gubernur memberikan keyakinan dan kepercayaan kepada para investor,” ucapnya.

Ia memastikan Apindo Sulteng akan terus menjadi jembatan penghubung antara pemerintah dan investor, demi mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.

Sumber rilis dan foto : Tim Media AH

WhatsApp Image 2025-05-26 at 15.16.28

Gubernur dan Wagub Dorong Modernisasi RSUD Undata dan Madani

PALU – Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid, M.Si., bersama Wakil Gubernur dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK., M.Kes., menggelar pertemuan strategis bersama civitas RSUD Undata dan RSUD Madani di Ruang Polibu Kantor Gubernur, Senin (26/5/2025). Pertemuan ini menjadi langkah awal dalam mewujudkan layanan kesehatan publik yang modern, manusiawi, dan berstandar internasional di Sulawesi Tengah.

Dalam arahannya, Gubernur menekankan pentingnya penyediaan pelayanan umum yang berkualitas tinggi, tanpa diskriminasi, bagi seluruh lapisan masyarakat. Ia mengusulkan agar RSUD Undata dan Madani tidak hanya menjadi rumah sakit umum, tetapi juga menghadirkan layanan khusus yang dapat diakses oleh masyarakat umum secara maksimal.

“Rumah sakit ini bukan hanya soal bangunan, tapi bagaimana kita memberi pelayanan yang membuat masyarakat merasa dilayani secara layak dan bermartabat,” ujar Anwar Hafid.

Mengambil inspirasi dari RSUP Wahidin Sudirohusodo di Makassar yang memiliki fasilitas unggulan seperti JIS dan PCC, Anwar mendorong agar Sulawesi Tengah memiliki pusat pelayanan serupa di RSUD Undata. Ia menyarankan pemanfaatan ruang kosong di bagian belakang rumah sakit untuk membangun fasilitas modern yang dilengkapi teknologi dan sistem pelayanan terbaik.

“Kita harus berani membangun sesuatu yang menunjukkan Sulawesi Tengah bisa memiliki rumah sakit bertaraf internasional. Tidak perlu merombak semua, tapi tata kembali, benahi, dan modernisasi bagian-bagian penting, terutama bagian depan,” katanya.

Tak hanya soal fasilitas, Anwar juga menekankan pentingnya perencanaan yang partisipatif. Ia meminta masukan langsung dari para tenaga kesehatan, arsitek, hingga perencana teknis agar desain rumah sakit dapat memenuhi standar keindahan, keamanan gempa, dan kenyamanan kerja tenaga medis.

“Saya ingin perencanaan ini lahir dari dialog bersama, dari mereka yang paham lapangan. Supaya desainnya bukan hanya indah, tapi juga kuat secara struktur, nyaman bagi petugas, dan aman bagi pasien. Termasuk soal pintu masuk, itu fleksibel. Yang penting masyarakat merasa dilayani dengan baik,” tegasnya.

Wakil Gubernur dr. Reny Lamadjido turut menegaskan pentingnya pendekatan yang holistik dan kolaboratif dalam pembangunan rumah sakit ke depan. Ia menyambut baik arahan Gubernur dan mengajak seluruh civitas untuk mendukung upaya reformasi sistem kesehatan di daerah.

Pemerintah provinsi menargetkan RSUD Undata dan RSUD Madani dapat menjadi model rumah sakit rujukan yang mengedepankan pelayanan manusiawi, aksesibilitas publik, serta kesiapan menghadapi tantangan kesehatan masa depan.2

Sumber rilis dan foto : Tim Media AH

WhatsApp Image 2025-05-23 at 19.10.24

Sekdis Kominfosantik Pimpin Rapat Publikasi 100 Hari Kerja Program “9 Berani” Gubernur Sulteng

Palu– Sekretaris Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (Kominfosantik) Provinsi Sulawesi Tengah, Aswin Saudo, memimpin rapat koordinasi strategis terkait publikasi 100 hari kerja Program “9 Berani” yang diusung oleh Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid dan Wakil Gubernur dr. Reny A. Lamadjido.

Rapat yang berlangsung pada Jumat (23/5/2025) di ruang rapat Dinas Kominfosantik Provinsi Sulteng ini turut dihadiri oleh sejumlah perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, antara lain Dinas Pendapatan, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, dan BPKAD, serta media.

Dalam arahannya, Aswin Saudo menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam memastikan capaian program “9 Berani” dapat terkomunikasikan secara luas dan efektif kepada masyarakat.

“Publikasi 100 hari kerja ini bukan sekadar laporan administratif, tetapi juga bentuk pertanggungjawaban publik atas komitmen pemerintah dalam mewujudkan Sulawesi Tengah yang lebih maju dan berdaya saing,” tegas Aswin.

Ia juga menyampaikan bahwa peran strategis Dinas Kominfosantik adalah mengawal narasi pembangunan agar tetap akurat, transparan, dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap capaian Gubernur dan Wakil Gubernur dapat diketahui oleh masyarakat secara utuh, dengan bahasa yang membumi dan media yang tepat,” tambahnya.

Rapat ini menjadi bagian awal dari rangkaian persiapan menjelang momentum 100 hari kerja kepemimpinan Anwar Hafid dan dr. Reny, yang akan dipublikasikan dalam berbagai bentuk media, baik cetak, daring, maupun visual.

Sumber foto dan rilis : PPID Pelaksana Dinas Kominfosantik Provinsi Sulteng2

WhatsApp Image 2025-05-23 at 06.32.04

Pemprov Sulteng Raih Penghargaan Kinerja Terbaik Regional Sulawesi di Ajang SPM Awards 2025

JAKARTA— Provinsi Sulawesi Tengah kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Dalam ajang SPM Awards 2025 yang digelar oleh Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia, Sulawesi Tengah dinobatkan sebagai penerima Penghargaan Kinerja Terbaik Regional Sulawesi atas capaian dalam penerapan Standar Pelayanan Minimal (SPM).

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, kepada Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny A. Lamadjido, dalam seremoni yang berlangsung di Kantor Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah (Ditjen Bangda) Kemendagri, Jakarta, Jumat malam (23/5/2025).

Usai menerima penghargaan, dr. Reny menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas kerja keras seluruh jajaran pemerintah daerah dan dukungan masyarakat Sulawesi Tengah. “Penghargaan ini adalah hasil kerja bersama seluruh elemen di Sulawesi Tengah. Ini membuktikan bahwa komitmen kita dalam meningkatkan pelayanan dasar kepada masyarakat benar-benar membuahkan hasil,” ujar dr. Reny.

Ia juga menegaskan bahwa pencapaian ini tidak membuat pemerintah daerah berpuas diri, melainkan menjadi pemacu semangat untuk terus meningkatkan mutu pelayanan publik. “Kami tidak akan berhenti di sini. Standar Pelayanan Minimal adalah fondasi dasar dalam menjamin hak-hak dasar masyarakat. Oleh karena itu, peningkatan layanan di bidang pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur dasar akan terus menjadi prioritas kami,” tambahnya.

Penghargaan ini sekaligus mengukuhkan posisi Sulawesi Tengah sebagai salah satu daerah yang progresif dan konsisten dalam upaya peningkatan tata kelola pemerintahan yang berorientasi pada pelayanan publik.

Ajang SPM Awards sendiri merupakan bentuk apresiasi dari Kementerian Dalam Negeri kepada pemerintah daerah yang berhasil menerapkan dan melaporkan capaian SPM secara optimal. Penilaian dilakukan secara ketat berdasarkan indikator kinerja, konsistensi pelaporan, serta dampak nyata kepada masyarakat.

Prestasi ini menjadi bukti bahwa Sulawesi Tengah berada di jalur yang tepat dalam mewujudkan pemerintahan yang responsif, inklusif, dan berorientasi pada kesejahteraan rakyat.

Sumber Rilis dan Foto : Tim Media AH

WhatsApp Image 2025-05-22 at 23.46.06

Luncurkan Program Mandiri Sahabat Desa, Sry Nirwanti Bahasoan Dorong Sinergi Tekan Stunting Hingga Pelosok

PALU – Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Sulawesi Tengah, Sry Nirwanti Bahasoan, melakukan kunjungan langsung ke Kelurahan Tipo, Kecamatan Ulujadi, Kota Palu, dalam rangka peluncuran program Mandiri Sahabat Desa, sebuah inisiatif penurunan stunting hasil kolaborasi antara TP PKK, Bank Mandiri, dan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sulteng.

Kegiatan ini sekaligus menandai dimulainya Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) di wilayah tersebut, sebagai bentuk nyata komitmen pemerintah dan mitra swasta dalam mempercepat penurunan angka stunting di Sulawesi Tengah.

Dalam kunjungannya, Ketua TP PKK turun langsung ke rumah-rumah warga, berdialog dengan para ibu dan keluarga muda, serta menyampaikan edukasi tentang pentingnya gizi seimbang, sanitasi, dan partisipasi aktif dalam program Keluarga Berencana (KB). Beliau menekankan bahwa stunting tidak hanya soal tinggi badan, melainkan berpengaruh besar terhadap perkembangan otak, kecerdasan, dan produktivitas anak di masa depan.

“Investasi terbaik adalah pada kesehatan dan pendidikan anak. Pencegahan stunting harus dimulai dari rumah, dari keluarga, khususnya ibu. Karena dari rahim yang sehat lahir generasi yang kuat,” ujar Sry Nirwanti.

Dalam kesempatan tersebut, beliau juga berbicara langsung kepada para ibu tentang pentingnya mengikuti program KB. Metode seperti implant dan IUD dinilai efektif untuk menjaga kesehatan ibu dan merencanakan jarak kelahiran yang ideal, yang berdampak pada kualitas tumbuh kembang anak.

Program Mandiri Sahabat Desa sendiri merupakan bagian dari kontribusi sosial Bank Mandiri dalam mendukung upaya nasional percepatan penurunan stunting. Dalam program ini, Bank Mandiri menyediakan bantuan makanan bergizi gratis (Nutrisi Bergizi Gratis/NBG) untuk anak usia 0–2 tahun, serta edukasi dan pendampingan yang berkelanjutan bagi keluarga penerima manfaat.

Sulawesi Tengah menjadi salah satu dari tiga provinsi di Indonesia yang mendapatkan dukungan dari Bank Mandiri untuk program ini, bersama dengan Provinsi Papua dan DKI Jakarta.

“Ini merupakan kepercayaan dan kesempatan besar bagi Sulawesi Tengah. Mari kita manfaatkan sebaik mungkin untuk menurunkan angka stunting dan membentuk generasi emas 2045,” tambah Ketua TP PKK.

Turut hadir dalam kegiatan ini perwakilan dari BKKBN Provinsi Sulteng, Bank Mandiri, para kader PKK, serta tokoh masyarakat. Ketua TP PKK juga mengajak seluruh elemen masyarakat dan pemangku kepentingan untuk terus memperkuat sinergi dan komitmen dalam mendukung visi Sulawesi Tengah, Berani Sehat dan Berani Cerdas.

Program ini menjadi contoh nyata bahwa penanganan stunting bukan hanya tugas pemerintah, tetapi membutuhkan kerja sama lintas sektor, dari pusat hingga ke desa.

Sumber Rilis dan Foto : Tim Media AH

WhatsApp Image 2025-05-22 at 18.39.15

Timsel KPID Sulteng Umumkan 10 Peserta Lulus Tes Wawancara

Palu-Tim Seleksi Calon Anggota Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Sulawesi Tengah secara resmi mengumumkan hasil seleksi tahap wawancara yang telah dilaksanakan dalam rangka rekrutmen anggota KPID periode 2025–2028. Jumat, (23/5/2025)

Berdasarkan Surat Keputusan Tim Seleksi Nomor : 067/390/DKIPS tertanggal 21 Mei 2025, sebanyak 10 (sepuluh) peserta dinyatakan lolos dan berhak melanjutkan ke tahap berikutnya, yakni Uji Kelayakan dan Kepatutan (Fit and Proper Test) oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Tengah.

Adapun nama-nama peserta yang lolos seleksi wawancara adalah sebagai berikut ; Farid, Feri, Hafid, Mita Meinansi, Moh. Misbahudin, Moh. Syayaf Rabbani Al-Munthazar, Muhammad Faras Muhadzib L, Rachmat Caisaria, Sepriyanus Tolule, Temu Sutrisno.

Ketua Tim Seleksi yang juga menjabat sebagai Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tengah, Novalina menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah mengikuti tahapan seleksi dengan sungguh-sungguh dan menjunjung tinggi profesionalisme.

“Kami mengapresiasi dedikasi dan antusiasme para peserta dalam mengikuti setiap tahapan seleksi. Kesepuluh nama yang lolos ini telah melalui proses yang ketat dan objektif. Selanjutnya, mereka akan menghadapi tahapan uji kelayakan dan kepatutan oleh DPRD, sebagai bagian akhir dari proses seleksi anggota KPID,” ungkap Novalina.

Proses seleksi ini merujuk pada Keputusan KPI Nomor 3 Tahun 2004 tentang Pedoman Tata Cara Pemilihan Anggota Komisi Penyiaran Indonesia, yang mengatur seluruh tahapan seleksi, termasuk mekanisme bagi calon incumbent atau petahana yang kembali mencalonkan diri.

Panitia Seleksi berharap, melalui tahapan yang transparan dan akuntabel ini, akan terpilih anggota KPID yang profesional, independen, dan mampu menjalankan fungsi pengawasan penyiaran secara optimal di wilayah Sulawesi Tengah.

Sumber : PPID Utama/Humas Pemprov. Sulteng