6NNGc4vljussU4PY3y5RPZAnnEMgYz571spTvgox

Sinergi Pembangunan Sulawesi Tengah Lewat Rekomendasi LKPJ Gubernur 2025

Palu – Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Tengah, Bapak Muh. Idham Khalid, S.Sos., M.A.P., menghadiri Rapat Paripurna DPRD Provinsi Sulawesi Tengah pada Rabu, 29 April 2026. Agenda utama rapat ini adalah penyampaian rekomendasi hasil Pansus terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Tahun 2025.

Dalam sambutan tertulisnya, Gubernur Dr. H. Anwar Hafid, M.Si. menegaskan bahwa LKPJ adalah perwujudan amanat konstitusi untuk memberikan gambaran kebijakan yang telah diambil pemerintah daerah kepada masyarakat. Beliau sangat mengapresiasi kerja keras DPRD dalam mengevaluasi dokumen tersebut dan menganggap rekomendasi yang diberikan sebagai instrumen penting check and balance demi tata kelola pemerintahan yang bersih dan bertanggung jawab.

Menindaklanjuti hal tersebut, Gubernur menginstruksikan seluruh pimpinan OPD, termasuk jajaran Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, untuk segera menyerap dan mengimplementasikan rekomendasi dewan sesuai tugas pokok dan fungsi masing-masing. Langkah ini krusial untuk menyelaraskan visi besar mewujudkan Sulawesi Tengah sebagai wilayah pertanian dan industri yang maju serta berkelanjutan.

Kehadiran Bapak Muh. Idham Khalid dalam forum ini mempertegas komitmen instansi perpustakaan dan kearsipan untuk terus meningkatkan prestasi dan produktivitas kinerja. Melalui evaluasi ini, diharapkan segala kekurangan dapat dibenahi demi mendorong kemajuan dan kesejahteraan seluruh masyarakat Sulawesi Tengah.

Sumber: PPID Pelaksana Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Tengah.

WhatsApp Image 2026-04-29 at 14.07.27

Apel Pagi Dirangkaikan Purna Bakti, Kadis Kominfosantik Sulteng Sampaikan Pesan Perpisahan Penuh Makna

Palu–Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (Kominfosantik) Provinsi Sulawesi Tengah menggelar apel pagi yang dirangkaikan dengan purna bakti Kepala Dinas Kominfosantik, Suandi, di halaman Kantor Dinas Kominfosantik Provinsi Sulawesi Tengah, Selasa (28/4/2026).

Apel tersebut dipimpin langsung oleh Kadis Diskominfosantik Suandi dan didampingi Sekretaris Dinas, Wahyu Agus Pratama. Kegiatan ini dihadiri para kepala bidang, pejabat fungsional, pejabat pengawas, serta seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Dinas Kominfosantik Provinsi Sulawesi Tengah.

Apel pagi yang dirangkaikan dengan purna bakti ini berlangsung khidmat dan penuh suasana haru, sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi dan pengabdian Suandi selama memimpin Dinas Kominfosantik Provinsi Sulawesi Tengah.

Dalam arahannya, Suandi menyampaikan apresiasi atas kehadiran dan kedisiplinan seluruh pegawai yang mengikuti apel pagi tersebut. Ia menilai partisipasi aktif jajaran pegawai mencerminkan komitmen dan semangat kebersamaan dalam menjalankan tugas pemerintahan.

“Saya mengucapkan terima kasih atas kehadiran dan perhatian seluruh rekan-rekan pada apel pagi ini. Ini menjadi momen yang sangat berarti bagi saya,” ujar Suandi.

Lebih lanjut, Suandi juga menyampaikan rasa terima kasih atas kerja sama dan dukungan yang telah terjalin selama dirinya menjabat sebagai Kepala Dinas Kominfosantik. Ia menegaskan bahwa capaian kinerja yang diraih selama ini tidak terlepas dari kolaborasi seluruh jajaran.

“Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kerja sama, dukungan, dan kebersamaan yang telah kita bangun selama ini. Semua pencapaian yang ada merupakan hasil kerja kita bersama,” ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut, Suandi juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pegawai apabila selama masa kepemimpinannya terdapat kekhilafan atau hal-hal yang kurang berkenan.

“Sebagai manusia biasa, saya tentu tidak luput dari kesalahan. Untuk itu, saya memohon maaf apabila selama menjalankan tugas terdapat kekeliruan yang tidak disengaja,” tuturnya.

Sumber: PPID Dinas Kominfosantik Provinsi Sulteng

CmUHlgARqPm0yFziyevcjd937CIYWsaSPVR9V7ba

Sinergi Pelestarian Literasi: Dispusaka Morowali Utara Lakukan Konsultasi Teknis Naskah Kuno ke Provinsi

PALU – Dalam upaya memperkuat upaya perlindungan terhadap kekayaan intelektual daerah, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Morowali Utara melakukan kunjungan kerja ke Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusaka) Provinsi Sulawesi Tengah di Palu pada Selasa, 28 April 2026.

Kunjungan ini dilakukan dalam rangka Koordinasi dan Konsultasi Teknis Pemeliharaan serta Pelestarian Naskah Kuno. Langkah strategis ini diambil guna memastikan naskah-naskah bersejarah yang ada di wilayah Morowali Utara mendapatkan penanganan pemeliharaan yang sesuai dengan standar kearsipan nasional.

Penerimaan Langsung oleh Kepala Dinas
Rombongan dari Kabupaten Morowali Utara diterima langsung oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Tengah di terima langsung di ruang Kerjanya dan diajak berkeliling melihat Ruang Layanan Gedung Baru. Dalam pertemuan tersebut, Kadis menyampaikan apresiasi yang mendalam atas inisiatif Dispusaka Morowali Utara dalam memprioritaskan penyelamatan naskah kuno.

“Naskah kuno adalah identitas peradaban kita. Melalui koordinasi teknis ini, kita berharap ada kesamaan standar dalam hal konservasi fisik maupun digitalisasi informasi agar nilai sejarah di dalamnya tetap utuh bagi generasi mendatang,” ujar Kadis Dispusaka Provinsi Sulteng dalam sambutannya.

Fokus Konsultasi Teknis
Agenda utama pertemuan ini mencakup beberapa poin krusial terkait teknis pelestarian, antara lain:

* Identifikasi dan Klasifikasi: Teknik mengenali jenis bahan dan usia naskah untuk menentukan metode perawatan yang tepat.
* Konservasi Fisik: Diskusi mengenai penyimpanan yang aman, pengaturan suhu ruang, serta penanganan naskah yang sudah mengalami kerusakan (fragil).
* Digitalisasi: Alih media naskah kuno ke dalam bentuk digital sebagai langkah preventif untuk melindungi naskah asli dari kerusakan akibat penggunaan yang berulang.

Harapan Kedepan
Kunjungan koordinasi ini diharapkan dapat mempererat kerja sama antarinstansi di tingkat provinsi dan kabupaten/kota dalam lingkup Sulawesi Tengah. Dengan adanya pendampingan teknis dari tingkat provinsi, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Morowali Utara optimis dapat mengelola dan melestarikan naskah-naskah kuno di daerahnya secara lebih profesional dan terintegrasi.

Sumber: PPID Pelaksana Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Tengah

1776776522_974433baa3ac1612cd04

Sambangi Jalan Setia Budi, Kejati dan Kadisdik Sulteng Jamin Keamanan Dunia Pendidikan

PALU— Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah memperkuat komitmen perlindungan hukum bagi tenaga pendidik sekaligus mengawal transparansi program pendidikan daerah. Hal ini mengemuka dalam kunjungan silaturahmi jajaran Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah ke Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah di Kota Palu, Selasa (21/4/2026).

Pertemuan tersebut menjadi ruang strategis untuk menyelaraskan persepsi mengenai perlindungan profesi guru dari ancaman kriminalisasi. 

Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah Nuzul Rahmat R, S.H., M.H. menegaskan bahwa pendidik harus memiliki ketenangan dalam menjalankan tugasnya tanpa dibayangi ketakutan akan jeratan hukum selama bertindak sesuai kaidah pendidikan.

“Kejaksaan hadir sebagai mitra bagi para guru. Kami ingin memastikan martabat guru tetap terjaga dan mereka terlindungi dari segala bentuk intimidasi hukum saat sedang berupaya mencerdaskan generasi bangsa,” ujar Nuzul Rahmat.

Selain aspek perlindungan profesi, Kejati Sulteng juga memberikan perhatian khusus pada pengawalan program “Berani Cerdas”. Program beasiswa unggulan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah ini dinilai membutuhkan mitigasi hukum sejak dini agar penyalurannya tepat sasaran, akuntabel, dan bebas dari praktik maladministrasi yang dapat merugikan hak-hak pelajar.

Isu perundungan (bullying) di lingkungan sekolah juga menjadi poin edukasi yang ditekankan. Kejaksaan mendorong optimalisasi program Jaksa Menyapa untuk menanamkan nilai-nilai kesadaran hukum kepada siswa. Selain itu, ia juga menekankan pentingnya membangun karakter kuat bagi anak didik untuk menolak narkoba dan obat-obatan terlarang yang merusak masa depan. 

Edukasi ini bertujuan agar siswa memahami konsekuensi hukum dari tindakan perundungan serta membangun budaya sekolah yang aman dan humanis.

Selain itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah Drs. H. Firmanza DP, SH., M.Si. menyambut baik sinergi ini. Menurutnya, kolaborasi antara institusi penegak hukum dan dinas pendidikan merupakan langkah preventif yang sangat dibutuhkan untuk menjaga ekosistem pendidikan yang kondusif di Sulawesi Tengah.

Kunjungan ini diharapkan mampu menciptakan iklim pendidikan di mana guru berani mendidik dengan disiplin, siswa cerdas dalam beretika hukum, dan program beasiswa daerah dapat terlaksana dengan integritas tinggi.

Penulis : Humas
Foto : Humas

1776920713_3e7cb6e68a56971f9f49

Dua Pesilat SMANOR Tadulako Palu Sabet Medali Emas di Kejuaraan Nasional Pencak Silat

PALU– Dua pesilat muda SMA Negeri Olahraga (SMANOR) Tadulako Palu berhasil mengharumkan nama Sulawesi Tengah di kancah nasional. Putri Khairunisa Febriani, siswi kelas XB, dan Iman Adi Mulia, siswa kelas XIIB, meraih medali emas dalam Kejuaraan Pencak Silat BMW Championship 1: Road to Malaysia 2026.

Putri Khairunisa Febriani menyabet juara pertama kategori Tanding Kelas A Putri, sementara Iman Adi Mulia keluar sebagai juara pertama kategori Tanding Kelas Under A Dewasa. Kedua atlet ini bertanding mewakili Perguruan PS Naga Laut.

Kejuaraan yang berlangsung di Gelanggang Olahraga Jabar Arcamanik, Bandung, Jawa Barat, pada 16–19 April 2026 tersebut merupakan ajang bergengsi tingkat nasional sekaligus seleksi menuju kegiatan internasional di Malaysia pada 11 Mei 2026. Ribuan pesilat dari berbagai provinsi di Indonesia turut serta dalam kompetisi yang juga menjadi sarana silaturahmi antar-perguruan pencak silat.

Kepala SMANOR Tadulako Palu, Muhammad Jufri, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi tinggi atas prestasi kedua siswanya.

“Pasti bangga dan apresiasi atas capaian yang diperoleh mereka. Semoga hasil ini tidak menjadikan dirinya puas diri, tapi menjadi pelecut semangat dan motivasi besar untuk tetap rendah hati dan selalu giat berlatih untuk prestasi yang lebih besar ke depan. Hasil ini membuktikan bahwa SMANOR dengan segala keterbatasan akan selalu menghadirkan prestasi untuk Sulawesi Tengah, sebagaimana tagline sekolah kami: Berani Prestasi untuk Sulteng Nambaso,” ujar Muhammad Jufri.

Keberhasilan Putri dan Iman tidak lepas dari kedisiplinan latihan di SMANOR Tadulako serta pembinaan teknik yang intensif di Perguruan PS Naga Laut. Mereka berhasil menembus babak final setelah melalui penyisihan ketat dengan mengandalkan teknik serangan akurat dan pertahanan solid

Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sulawesi Tengah, Muhammad Fathur Razaq, S.IP., yang menyambut langsung kedatangan Putri dan Iman di Bandara Mutiara Sis Al-Jufrie, Palu, menyampaikan dukungan penuh.

“Kami sangat bangga dengan prestasi Putri Khairunisa dan Iman Adi Mulia. Ini bukti nyata bahwa pembinaan olahraga di Sulteng, khususnya pencak silat, terus berkembang. KONI Sulteng akan terus mendukung atlet-atlet muda berbakat seperti mereka agar bisa berprestasi lebih tinggi, termasuk di ajang internasional di Malaysia. Semoga ini menjadi inspirasi bagi atlet lain di Sulawesi Tengah untuk terus berlatih dengan disiplin dan semangat juang tinggi,” kata Muhammad Fathur Razaq.

Penyambutan tersebut merupakan bentuk dukungan moral dari otoritas olahraga provinsi terhadap atlet-atlet berprestasi asal Sulawesi Tengah.

Prestasi ini semakin memperkuat citra SMANOR Tadulako sebagai sekolah olahraga yang konsisten melahirkan atlet berprestasi di tingkat nasional.

Muhammad Fathur Razaq, S.IP ketua KONI Sulawesi Tengah menyambut kedatangan Putri dan Iman di Bandara Mutiara Sis Al-Jufrie. Penyambutan ini merupakan bentuk dukungan moral dari otoritas olahraga tertinggi di Sulawesi Tengah terhadap atlet yang memiliki dedikasi tinggi.

Penulis : Humas SMANOR Tadulako

1776912934_015eac1a2048f3e3387b

SMAN 2 Bungku Teladani Semangat Kartini lewat Literasi Budaya

BUNGKU— Seluruh sivitas akademika SMA Negeri 2 Bungku, Kabupaten Morowali, memperingati Hari Kartini dengan menggelar upacara bendera dan rangkaian perlombaan bernuansa kebudayaan di lapangan sekolah, Senin 21/4 lalu. Momentum ini dimaknai sebagai upaya menanamkan nilai kesetaraan dan karakter berbasis akar budaya kepada generasi muda.

Upacara yang dimulai pukul 07.00 WITA tersebut berlangsung khidmat. Berbeda dari hari biasanya, lapangan sekolah tampak berwarna oleh balutan busana Nusantara. Para guru dan siswa perempuan mengenakan kebaya, sementara peserta laki-laki mengenakan batik khas berbagai daerah di Indonesia.

“Kita ingin semangat Kartini bertransformasi menjadi energi positif bagi siswa agar menjadi pribadi yang berdaya saing global tanpa melupakan akar budaya bangsa,” ujar Wirda dalam amanatnya.

Wirda mengaku bangga atas antusiasme yang ditunjukkan para siswa. Ia menegaskan bahwa peringatan ini bukan sekadar seremonial tahunan, melainkan momentum emas untuk mempererat kebersamaan dan menanamkan penghormatan terhadap peran perempuan di masyarakat.

Penulis: Humas SMAN 2 Bungku “♥F”

bXXr2cLfPhZ0HJY66tn0FALVmApo86F62yWJCC5U

Dispusaka Menuju SAKIP A

Palu, – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Tengah menggelar rapat penting yang dipimpin langsung oleh Ibu Siti Rachmi Amir Singi, S.Sos., M.Si., selaku Kepala Dinas dan didampingi Sekretaris, Bapak Muh. Idham Khalid, S.Sos., M.A.P., rapat ini melibatkan seluruh bidang terkait. Kamis (23/04/2026).

Rapat tersebut membahas persiapan penyajian data dalam Rapat Desk Arsitektur Kinerja Perangkat Daerah Tahun 2026. Desk ini merupakan langkah strategis untuk mencapai target kinerja RPJMD Tahun 2025–2029 Provinsi Sulawesi Tengah, khususnya dalam meraih nilai Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) kategori A pada tahun 2027. Ibu Kepala Dinas menginstruksikan seluruh pejabat terkait untuk hadir dengan membawa data arsitektur kinerja yang sebelumnya telah diinput dalam aplikasi BERANI SELARAS.
Selain itu, juga membahas persiapan pelaksanaan kegiatan Bimtek Daring SRIKANDI serta pemaparan Rancangan Perda Penyelenggaraan Perpustakaan.

Sumber: PPID Pelaksana Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Tengah.

1776953948_f8e70414d26f6dd64e5d

Integrasi GSCM di Donggala Targetkan Penguatan Integritas Moral Pelajar

DONGGALA— Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah mengintegrasikan program Gerakan Siswa Cinta Masjid (GSCM) ke dalam kebijakan operasional pendidikan di Kabupaten Donggala. Langkah strategis ini bertujuan memperkuat fondasi karakter dan moralitas peserta didik melalui optimalisasi fungsi masjid di lingkungan sekolah.

Penyatuan program tersebut dikukuhkan melalui penandatanganan nota kesepahaman yang berlangsung di Kantor Bupati Donggala, Kamis (23/4/2026). Kesepakatan ini ditandatangani oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah, Drs. H. Firmanza DP, S.H., M.Si., bersama Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Donggala, Ansyar Sutiadi, S.Sos., M.Si.

Dalam kunjungan tersebut, Firmanza didampingi oleh Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Sulteng, Syam Zaini M.Si., S.Pd serta Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdis) wilayah II, Sarifah S.Pd., M.Pd. Kehadiran rombongan ini dimaksudkan untuk memastikan kesiapan teknis dan administratif di tingkat koordinasi wilayah.

Prosesi tersebut turut disaksikan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Donggala, Dr. Ir. H. Rustam Efendi, S.Pd., S.H., M.A.P., yang hadir mewakili Bupati Donggala. Dalam pertemuan tersebut, Rustam Efendi menekankan bahwa pemerintah daerah menyambut baik kemitraan strategis ini sebagai bagian dari penguatan nilai spiritual di kalangan pelajar.

“Kami sangat mendukung penuh langkah integrasi ini. Pemerintah daerah berharap masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi bertransformasi menjadi pusat edukasi karakter yang mampu membentengi generasi muda Donggala dari pengaruh negatif,” ujar Rustam. Sinergi ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan daerah yang maju dan aman melalui upaya memakmurkan rumah ibadah.

Program GSCM sendiri sebelumnya telah diluncurkan secara resmi oleh Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid, M.Si., sebagai bagian dari visi Gerakan Berani Berkah di seluruh wilayah provinsi. Peluncuran program ini di Kabupaten Donggala menjadi tonggak awal penyebaran gerakan serupa ke wilayah lain di Sulawesi Tengah.

Dengan adanya nota kesepahaman ini, pemerintah provinsi dan kabupaten berkomitmen untuk bersinergi dalam aspek pembinaan teknis, penyediaan fasilitas penunjang di sekolah, hingga pemantauan berkala guna memastikan program ini berjalan efektif di seluruh satuan pendidikan di Donggala.

jIzHzPBwvIDh7IFfExEcaGgwUuLh3gUN3EMT9CP6

Semangat Reshelving Dispusaka Sulteng

Palu – Kegiatan pemindahan layanan ke gedung baru bukan sekadar perpindahan fisik sarana dan prasarana, melainkan sebuah momentum untuk meningkatkan kualitas literasi masyarakat. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Tengah melaksanakan kegiatan reshelving atau penjajaran kembali bahan koleksi secara masif. Langkah ini krusial dilakukan demi memastikan seluruh literatur tertata rapi sesuai sistem klasifikasi, sehingga memudahkan pemustaka dalam mengakses informasi. Jumat (24/04/2026).

Kegiatan yang berlangsung penuh semangat ini dikoordinir langsung oleh Kepala Bidang Layanan, Otomasi, dan Kerja Sama Perpustakaan, Ibu Nurseha, S.Sos., M.Si. Beliau menekankan bahwa ketelitian dalam penyusunan buku di rak merupakan bentuk profesionalisme pelayanan publik. Setiap deretan buku yang tertata mencerminkan kesiapan institusi dalam menyambut wajah baru layanan perpustakaan yang lebih modern dan representatif.

Melalui kerja bakti dan sinergi antarpetugas, diharapkan gedung baru ini tidak hanya megah secara arsitektur, tetapi juga unggul dalam manajemen koleksi. Dedikasi dalam menata setiap naskah dan buku hari ini adalah investasi jangka panjang untuk mencerdaskan generasi Sulawesi Tengah di masa depan. Koleksi yang terorganisasi dengan baik adalah kunci utama kenyamanan pengunjung.

Sumber: PPID Pelaksana Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Tengah.

1777186638_7978be1bd84994e90bd9

Capaian Positif IPM dan Penurunan Kemiskinan, Program Berani Cerdas Tegaskan Status Legalitas dan Hasil Teruji

Palu— Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menegaskan bahwa Program Berani Cerdas merupakan pelaksanaan kewenangan atribusi yang sah sesuai otonomi daerah. Program ini telah terbukti memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia serta penurunan tingkat kemiskinan di Sulawesi Tengah. Meski mendapat catatan dari sebagian anggota DPRD, Program Berani Cerdas didukung landasan hukum yang jelas dan menjadi bagian integral dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029.

Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid dalam berbagai kesempatan menyatakan bahwa Program Berani Cerdas merupakan upaya konkret pemenuhan hak dasar masyarakat di bidang pendidikan. “Berani Cerdas adalah perwujudan hak rakyat atas pendidikan yang harus dipenuhi daerah sesuai kewenangannya,” ujarnya.

Cakupan Luas dari Sekolah Menengah hingga Universitas

Pada jenjang pendidikan menengah, program ini telah menyalurkan dana Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) senilai lebih dari Rp40,9 miliar untuk ratusan SMA, SMK, dan SLB di seluruh wilayah Sulteng. Dana tersebut digunakan untuk membebaskan pungutan biaya pendidikan, termasuk menanggung biaya Praktik Kerja Industri (Prakerin) dan uji kompetensi bagi siswa SMK untuk tahun lalu mencapai 27 miliar.

Tak hanya itu, Pemprov juga menyediakan paket seragam sekolah gratis lengkap bagi siswa yang belum terjangkau oleh Program Indonesia Pintar (PIP). Langkah ini diambil untuk meringankan beban ekonomi keluarga prasejahtera agar anak-anak mereka tetap fokus menempuh pendidikan. Selain itu,  beasiswa magister bagi guru guna meningkatkan kualitas mengajar di sekolah. 

Sementara di level perguruan tinggi, fokus bantuan diberikan kepada mahasiswa berprestasi dari keluarga prasejahtera. Tercatat pada tahun 2025, program ini telah menjangkau 23.568 mahasiswa yang tersebar di lebih dari 387 perguruan tinggi di seluruh Indonesia, dengan alokasi anggaran mencapai Rp84 miliar. Dampaknya terlihat pada kenaikan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sulawesi Tengah menjadi 72,82 atau naik 0,80 persen dibandingkan tahun sebelumnya, serta turut mendukung penurunan angka kemiskinan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Prof. Dr. H. Djayani Nurdin, S.E., M.Si., akademisi Universitas Tadulako dan anggota Tim Percepatan Program Prioritas Pembangunan Sulawesi Tengah, menilai Program Berani Cerdas sebagai langkah strategis. “Program Berani Cerdas ini dirancang sebagai solusi konkret untuk menjawab persoalan mendasar SDM, mulai dari akses pendidikan hingga peningkatan kualitas lulusan,” ujarnya.

Menurut Prof. Djayani, program ini efektif menekan angka putus sekolah dan putus kuliah, terutama di kalangan keluarga prasejahtera. “Dengan memperluas akses pendidikan yang inklusif, baik di perguruan tinggi negeri maupun swasta, program ini tidak hanya meningkatkan angka partisipasi pendidikan, tetapi juga berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif melalui peningkatan daya saing SDM daerah,” jelasnya.

Prof. Djayani menambahkan bahwa program ini menjadi kunci dalam mempercepat peningkatan kualitas pendidikan dan mendorong capaian IPM serta Indeks Modal Manusia (IMM). “Jika SDM kita cerdas dan berkualitas, maka mereka akan mampu membangun daerahnya sendiri. Itulah tujuan besar dari Program Berani Cerdas,” tandasnya.

Dasar Hukum dan Kewenangan Daerah

Program Berani Cerdas berlandaskan Peraturan Gubernur Sulawesi Tengah Nomor 14 Tahun 2025 (yang telah diubah dengan Pergub Nomor 34 Tahun 2025). Landasan ini selaras dengan Pasal 31 UUD 1945, Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional, serta Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah yang memberi ruang bagi daerah menyelenggarakan pelayanan pendidikan sebagai urusan konkuren wajib.

Dalam kerangka otonomi daerah, kepala daerah memiliki kewenangan atribusi untuk menerbitkan peraturan gubernur guna melaksanakan urusan konkuren. RPJMD yang telah disahkan DPRD menjadi dasar penyusunan APBD tahunan, sehingga pelaksanaan Program Berani Cerdas merupakan kewajiban daerah sekaligus bentuk akuntabilitas pembangunan.

Respons terhadap Catatan DPRD

Menjawab kritik dan catatan dari sejumlah pihak di DPRD, Pemprov Sulawesi Tengah menyatakan keterbukaan penuh terhadap masukan untuk penyempurnaan implementasi, termasuk penguatan verifikasi data penerima manfaat dan koordinasi yang lebih baik dengan pemerintah pusat. DPRD sendiri melaksanakan fungsi pengawasan sesuai Pasal 96 UU Nomor 23 Tahun 2014.

Nurfaizah, salah seorang penerima beasiswa Berani Cerdas, mengatakan, “Beasiswa ini memberikan harapan baru bagi saya yang sempat khawatir tidak bisa melanjutkan kuliah karena biaya. Bantuan ini memotivasi saya untuk belajar lebih giat dan kelak berkontribusi untuk Sulawesi Tengah.”

Kisah serupa dialami ribuan mahasiswa lain di Universitas Tadulako, UIN Datokarama Palu, serta perguruan tinggi di luar daerah. Secara keseluruhan, program ini dinilai telah meringankan beban ekonomi keluarga dan menekan angka putus studi.

Prof. Djayani Nurdin memandang dinamika diskusi di DPRD dan publik sebagai bagian esensial dari demokrasi. Ia menegaskan bahwa Program Berani Cerdas menjamin setiap warga mendapatkan hak pendidikannya. Melalui kemitraan, program tersebut akan dikelola secara transparan, akuntabel, dan selaras dengan agenda pembangunan nasional untuk mewujudkan kesejahteraan yang merata di Sulawesi Tengah.