WhatsApp Image 2025-03-14 at 17.16.16

Hadiri Prosesi Pemakaman Ketua Lembaga Adat Kota Palu, Gubernur : Sosok Pemimpin yang Berintegritas dan Penjaga Nilai-Nilai Budaya Lokal

Palu – Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. Anwar Hafid, M.Si, menghadiri prosesi pemakaman Ketua Lembaga Adat Kota Palu, Drs. Moh. Rum Parampasi, yang wafat pada Kamis, 13 Maret 2025, di RS Anutapura Palu. Kepergian almarhum meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, masyarakat adat, serta seluruh warga Kota Palu yang mengenalnya sebagai sosok pemimpin berintegritas dan penjaga nilai-nilai budaya lokal.

Dalam sambutannya, Gubernur Anwar Hafid menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan. Beliau mengenang almarhum sebagai figur yang berdedikasi tinggi dalam menjaga adat dan budaya, serta memiliki peran besar dalam memperkuat persatuan di tengah masyarakat.

“Sulawesi Tengah kehilangan salah satu putra terbaiknya. Almarhum adalah pribadi yang penuh kebijaksanaan, selalu mengutamakan keharmonisan, dan menjadi panutan dalam menjaga adat istiadat kita. Semoga jasa-jasa beliau terus dikenang dan menjadi inspirasi bagi kita semua,” ujar Gubernur Anwar Hafid saat memberikan sambutannya pada, Jumat (14/3/2025)

Gubernur juga menyampaikan bahwa terakhir kali dirinya bertemu dengan almarhum yakni 10 hari yang lalu di Banua Oge, pada hari itu almarhum menitipkan harapan-harapannya untuk Sulawesi Tengah kedepannya kepada gubernur selaku pemimpin provinsi Sulawesi Tengah. Momen tersebut kini menjadi kenangan berharga tentang dedikasi dan kecintaan almarhum terhadap adat dan budaya Sulawesi Tengah.

Acara pemakaman yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh keluarga besar almarhum, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta jajaran pemerintah daerah. Seluruh peserta yang hadir memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum, yang telah memberikan kontribusi besar dalam menjaga keberlangsungan nilai-nilai kearifan lokal.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah berharap semangat dan pengabdian almarhum dapat diteruskan oleh generasi penerus dalam menjaga dan melestarikan kebudayaan daerah.

Sumber Rilis : PPID Utama/Humas Pemprov. Sulteng.
Foto : Tim Media AH
Penulis : Hardiyanti
Editor : Ahyain

WhatsApp Image 2025-03-14 at 10.04.45

Pastikan Ketersediaan BBM dan LPG 3 Kg Jelang Lebaran 2025, Disperindag Sulteng Bersama Ditreskrimsus Polda Gelar Sidak

Palu– Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriyah, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Sulawesi Tengah bersama Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sulawesi Tengah dan sejumlah stakeholder terkait menggelar inspeksi mendadak (sidak) guna memastikan ketersediaan dan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) serta Liquefied Petroleum Gas (LPG) 3Kg bersubsidi di Kota Palu. Kamis, (13/3/2025)

Sidak yang dilaksanakan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dan agen LPG pada Kamis (13/03) ini bertujuan untuk memastikan stok BBM jenis Pertalite dan Bio Solar serta LPG 3Kg tetap tersedia bagi masyarakat, khususnya selama bulan Ramadan hingga Idul Fitri.

Kasubdit I Ditreskrimsus Polda Sulteng, AKBP Raden Real Mahendra, S.H., S.I.K., menyampaikan bahwa pengawasan ini dilakukan untuk mencegah kelangkaan serta memastikan penyaluran BBM dan LPG 3Kg berjalan sesuai ketentuan. “Kami ingin memastikan bahwa distribusi bahan bakar subsidi ini tepat sasaran dan tidak terjadi penyelewengan yang dapat merugikan masyarakat,” ujarnya.

Hasil sidak di beberapa lokasi, seperti SPBU Jalan Maluku, Jalan Yos Sudarso, serta pangkalan LPG 3Kg di Jalan Manimbaya, menunjukkan bahwa BBM yang diuji tera masih dalam batas toleransi, sementara LPG 3Kg dijual sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.

Pengawas Kemetrologian pada Unit Kemetrologian Legal Disperindag Kota Palu, Muhammad Fahrizal Taufik, S.IP., menambahkan bahwa hasil uji ulang pada beberapa nozzle di dua SPBU memastikan volume BBM yang disalurkan masih dalam standar yang diperbolehkan. “Kami akan terus melakukan pengawasan, baik terjadwal maupun berdasarkan laporan masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, Hizkia Reiner Bontong, Sales Branch Manager Sulteng dari PT Pertamina Patra Niaga, memastikan bahwa BBM jenis Pertalite dan Bio Solar yang diperiksa sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan oleh Direktorat Jenderal Minyak dan Gas (Dirjen Migas), baik dari segi warna, temperatur, maupun komposisi bahan bakar.

Turut hadir dalam sidak ini sejumlah pejabat dan perwakilan instansi terkait, termasuk AKBP Ade Nuramdani, S.H., S.I.K., M.M. (Wadirreskrimsus Polda Sulteng), Riska Dwi Putri, S.T., M.M. (Kabag Ekonomi Biro Perekonomian Provinsi Sulteng), Deddy Suarman, S.E., M.M. (Kepala UPT Pengawasan dan Perlindungan Konsumen Disperindag Sulteng), serta perwakilan dari Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Sulteng, Bidpropam Polda Sulteng, Denpom XIII/2 Palu, dan Tim Pengawas Perdagangan Disperindag Sulteng.

Dengan adanya pengawasan intensif ini, diharapkan pasokan BBM dan LPG 3Kg tetap terjaga sehingga masyarakat dapat memperoleh bahan bakar dan gas subsidi dengan harga yang sesuai dan dalam jumlah yang cukup selama Ramadan hingga Lebaran 2025.

Sumber Rilis dan Foto : Humas Disperindag Sulteng / PPID Pelaksana

WhatsApp Image 2025-03-13 at 18.12.42 (1)

Gubernur Sulteng Anwar Hafid Sampaikan Belasungkawa atas Wafatnya Ketua Lembaga Adat Kota Palu Moh. Rum Parampasi

Palu– Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya Ketua Lembaga Adat Kota Palu, Moh. Rum Parampasi, pada Kamis (13/3/2025). Almarhum berpulang di usia 72 tahun di RS Anutapura Palu akibat sakit yang dideritanya.

Dalam pernyataannya, Gubernur Anwar Hafid mengenang Almarhum sebagai sosok yang rendah hati, berdedikasi tinggi, dan memiliki komitmen kuat dalam menjaga serta melestarikan nilai-nilai adat dan budaya.

Semasa hidupnya, Almarhum juga dikenal sebagai pemimpin yang berintegritas serta telah memberikan kontribusi besar, baik saat menjabat di Pemerintah Kota Palu maupun dalam menjalankan tugasnya sebagai Ketua Lembaga Adat.

“Atas nama pribadi, keluarga, dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, saya menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas berpulangnya Almarhum Moh. Rum Parampasi. Semoga beliau husnul khotimah, diterima segala amal ibadahnya, diampuni segala dosa-dosanya, dan mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT,” ujar Gubernur Anwar Hafid.

Ia juga berharap agar keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan keikhlasan dalam menghadapi musibah ini. “Mari kita semua memperbanyak doa, dzikir, dan istigfar untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT serta mendoakan Almarhum,” tambahnya.

Gubernur Anwar Hafid turut mengenang pertemuan terakhirnya dengan Almarhum pada prosesi penyambutan di Saoraja, 2 Maret 2025. Momen itu menjadi salah satu perjumpaan terakhir mereka, yang kini dikenang dengan penuh rasa hormat dan kehilangan.

Kepergian Moh. Rum Parampasi menjadi duka bagi masyarakat Sulawesi Tengah, khususnya Kota Palu. Sebagai tokoh adat yang dihormati, dedikasi dan jasa-jasa Almarhum akan selalu dikenang dan menjadi inspirasi bagi generasi mendatang.

Sumber Rilis dan Foto : PPID Utama/Humas Pemprov. Sulteng

WhatsApp Image 2025-03-12 at 19.05.46

Gubernur Sulteng Matangkan Strategi Atasi Kemiskinan dan Stabilkan Harga Pangan

PALU – Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, bersama Wakil Gubernur dr. Reny Lamadjido, memimpin rapat penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025-2030 di Ruang Rapat Polibu, Kantor Gubernur Sulteng, Rabu (12/3/2025). Turut hadir Sekretaris Daerah Provinsi Sulteng Novalina, Kepala Bappeda Sulteng Dr. Insinyur Christina Sandra Terondo, serta Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulteng, Rony Hartawan.

Dalam arahannya, Gubernur Anwar Hafid menegaskan bahwa salah satu fokus utama dalam RPJMD adalah mewujudkan kesejahteraan masyarakat melalui stabilisasi harga bahan pokok dan pengentasan kemiskinan. Ia menyoroti kesenjangan harga pangan antarwilayah di Sulteng yang masih tinggi, seperti perbedaan harga antara Kota Palu dan daerah kepulauan seperti Banggai Laut dan Tojo Una-Una.

“Salah satu penyebab inflasi tinggi adalah harga bahan pokok yang melambung. Kami ingin mencari solusi agar harga-harga ini stabil dan merata di seluruh Sulawesi Tengah,” ujar Anwar Hafid. Ia mengusulkan mekanisme subsidi distribusi untuk menekan perbedaan harga antara daerah perkotaan dan pedesaan.

Selain itu, strategi pengentasan kemiskinan juga menjadi perhatian serius. Gubernur menekankan perlunya pendekatan baru yang lebih efektif daripada sekadar bantuan sembako. Ia mengusulkan program pendampingan intensif di mana setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) bertanggung jawab atas sejumlah warga miskin selama lima tahun hingga mereka mandiri secara ekonomi.

“Kita tidak bisa hanya mengandalkan bantuan sembako. Kita harus mendampingi mereka sampai benar-benar keluar dari kemiskinan dengan membuka lapangan kerja dan memberikan akses terhadap ekonomi yang lebih baik,” tegasnya.

Gubernur juga menyinggung pentingnya program revitalisasi rumah tidak layak huni sebagai bagian dari strategi pengentasan kemiskinan. Ia menyebut konsep “Aladdin” (Atap, Lantai, Dinding) yang pernah diterapkannya saat menjabat sebagai bupati, di mana pemerintah membantu renovasi rumah warga miskin agar lebih layak huni.

Menutup arahannya, Anwar Hafid menegaskan bahwa perubahan besar dalam pola pikir dan kebijakan sangat diperlukan untuk memastikan program pembangunan benar-benar berdampak bagi rakyat. Ia mengajak seluruh OPD dan stakeholder terkait untuk berinovasi dalam mencari solusi yang konkret dan berkelanjutan.

Dengan pendekatan baru ini, diharapkan kemiskinan di Sulawesi Tengah dapat ditekan secara signifikan, sementara harga bahan pokok tetap terjangkau bagi seluruh masyarakat.

Ia juga menyampaikan bahwa pengembangan koperasi dan penyimpanan hasil panen menjadi kunci dalam menekan fluktuasi harga pangan. Sesuai dengan arahan pemerintah pusat, setiap desa di Sulteng diharapkan memiliki satu gudang penyimpanan atau cold storage. Dana desa akan dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur tersebut guna memastikan ketersediaan pangan yang stabil sepanjang tahun.

Kepala BI Sulteng, Rony Hartawan juga mengatakn, pentingnya menjaga stabilitas harga dan meningkatkan produktivitas daerah. Ia menegaskan bahwa konsumsi menjadi faktor utama dalam perekonomian, dengan nilai konsumsi di Sulteng mencapai 57,3 persen. Oleh karena itu, strategi penguatan ketahanan pangan dan produksi lokal harus diperkuat.

“Jika kita bisa mengelola produksi dengan baik, kita dapat menekan ketergantungan impor dan meningkatkan kesejahteraan petani serta pelaku usaha lokal,” ujar Rony.

Sementara itu, Kepala Bappeda Sulteng menegaskan bahwa program “Berani Sejahtera” selaras dengan visi nasional dan agenda Presiden Prabowo. Fokus utama pada periode 2025-2029 adalah penguatan fondasi transformasi sosial, ekonomi, dan tata kelola pemerintahan.

Dalam kerangka ini, program “Berani Sejahtera” mencakup jaminan harga bahan pokok yang murah dan stabil, penyediaan kebutuhan dasar masyarakat, serta penguatan UMKM dan wirausaha lokal. Pemerintah Provinsi Sulteng juga berkomitmen merevitalisasi rumah tidak layak huni dan meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan sosial yang berkelanjutan.

“Program ini akan menjadi solusi konkret bagi masyarakat Sulteng, memastikan kesejahteraan yang lebih merata dan mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis potensi daerah,” ujar Kepala Bappeda.

Sumber Rilis dan Foto : Tim Media AH

WhatsApp Image 2025-03-12 at 19.00.10

Gubernur Anwar Hafid Pastikan Beasiswa Kuliah Gratis Tanpa Syarat

PALU – Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid menegaskan komitmennya untuk memperluas akses pendidikan tinggi melalui program beasiswa tanpa syarat khusus. Hal ini disampaikannya dalam rapat koordinasi bersama para rektor perguruan tinggi negeri dan swasta di Sulawesi Tengah, yang berlangsung di Ruang Rapat Polibu, Kantor Gubernur, Rabu (12/3/2025).

Dalam pertemuan tersebut, Anwar Hafid menjelaskan bahwa pemerintah daerah tengah mempertimbangkan agar beasiswa tidak hanya diberikan kepada mahasiswa baru, tetapi juga kepada mereka yang saat ini masih menjalani perkuliahan. Pemprov telah mengalokasikan anggaran yang memungkinkan setiap mahasiswa menerima bantuan sebesar Rp4 juta per semester atau Rp8 juta per tahun. Hingga kini, sebanyak 25 ribu mahasiswa telah terdata sebagai penerima, dan jumlah ini akan terus bertambah seiring dengan berjalannya program.

Gubernur menegaskan bahwa tidak ada kriteria khusus bagi penerima beasiswa. “Yang penting mau kuliah, saya tidak mau ada syarat-syarat tertentu. Pendidikan ini harus menjadi prioritas utama jika kita ingin daerah ini maju,” ujarnya. Ia pun mencontohkan keberhasilan program serupa yang pernah dijalankannya di Morowali, di mana jumlah mahasiswa meningkat drastis dari 700 menjadi 4.600 orang hanya dalam dua tahun.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa pemerintah daerah seharusnya memiliki anggaran Rp300 miliar untuk program ini. Namun, karena dana tersebut dialihkan dalam efisiensi anggaran oleh Pemerintah Pusat, maka Pendapatan Asli Daerah (PAD) harus menutupi kebutuhan beasiswa ini. Jika anggaran tersebut tidak digunakan untuk kepentingan lain, maka seluruhnya akan dialokasikan untuk pendidikan. Oleh karena itu, baik mahasiswa yang sedang kuliah maupun yang baru akan masuk perguruan tinggi tetap dijamin mendapatkan beasiswa.

Mekanisme pencairan dana masih dalam tahap pembahasan dengan pihak kampus dan Dinas Pendidikan. Opsi transfer langsung ke rekening mahasiswa atau melalui kampus masih dikaji agar bantuan benar-benar dimanfaatkan untuk biaya pendidikan. Selain itu, pemerintah daerah terus mengupayakan efisiensi anggaran agar program ini dapat berjalan secara berkelanjutan, termasuk bagi mahasiswa baru yang akan masuk pada tahun ajaran 2025.

Anwar Hafid optimistis bahwa program ini akan membawa perubahan besar dalam akses pendidikan tinggi di Sulawesi Tengah. Ia berharap tidak ada lagi alasan bagi masyarakat untuk tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Sumber Rilis : Tim Media AH
Foto : Humas Pemprov. Sulteng

WhatsApp Image 2025-03-12 at 12.14.03

Rapat dengan Seluruh Rektor, Gubernur Sulteng: Anak Miskin Harus Bisa Kuliah

PALU – Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid dan Wakil Gubernur dr. Reny Lamadjido menggelar rapat koordinasi bersama seluruh rektor perguruan tinggi negeri dan swasta di Sulawesi Tengah, baik secara langsung maupun daring, di Ruang Rapat Polibu, Kantor Gubernur, Rabu (12/3/2025). Rapat ini menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam pengembangan pendidikan melalui program unggulan Berani Cerdas.

Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Anwar Hafid menegaskan pentingnya peran perguruan tinggi dalam mendukung program pembangunan daerah, khususnya dalam peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDA). Ia menjelaskan bahwa pendidikan di Sulawesi Tengah tidak boleh berhenti pada jenjang sekolah menengah atas, melainkan harus memberi kesempatan luas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk menempuh pendidikan tinggi.

“Kami ingin memastikan bahwa tidak ada lagi anak miskin yang putus sekolah karena alasan ekonomi. Program Sulteng NAMBASO adalah komitmen kami agar pendidikan tinggi bisa dijangkau oleh semua orang, baik di perguruan tinggi negeri maupun swasta,” ujar Gubernur. Ia menekankan bahwa lulusan SMA/SMK di Sulawesi Tengah harus memiliki dua pilihan yang jelas, melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi atau mendapatkan sertifikasi keahlian yang siap pakai di dunia kerja.

Lebih lanjut, Gubernur menegaskan bahwa seluruh kebijakan pemerintah daerah harus memiliki dampak nyata bagi masyarakat. Ia merinci bahwa setiap rupiah yang dikeluarkan oleh pemerintah harus berkontribusi dalam mengurangi angka kemiskinan, menambah lapangan kerja, serta mendorong pertumbuhan ekonomi. “Satu rupiah uang daerah keluar harus ada pengaruhnya untuk kemiskinan, harus ada pengaruhnya untuk pertambahan lapangan kerja baru, harus menopang pertumbuhan ekonomi. Dan yang paling penting, tidak boleh ada kebijakan pemerintah yang mengabaikan standar lingkungan,” tegasnya.

Salah satu langkah konkret dalam mewujudkan visi tersebut adalah program beasiswa bagi mahasiswa Sulawesi Tengah. Gubernur mengungkapkan bahwa pemerintah provinsi tengah menyiapkan skema bantuan pendidikan yang akan memberikan beasiswa sebesar 4 juta rupiah per semester atau 8 juta rupiah per tahun untuk setiap mahasiswa. Program ini dirancang untuk menjangkau mahasiswa yang benar-benar membutuhkan bantuan finansial agar dapat menyelesaikan pendidikan tinggi tanpa hambatan ekonomi.

Ia juga menyinggung pengalaman sebelumnya saat memimpin Morowali, di mana jumlah mahasiswa di daerah tersebut melonjak dari 700 menjadi 4.600 dalam dua tahun setelah program beasiswa diluncurkan. Ia yakin program serupa dapat diterapkan di Sulawesi Tengah dengan skala yang lebih luas. “Saya ingin beasiswa ini bisa menjangkau semua yang membutuhkan. Saya tidak mau ada kriteria yang menyulitkan. Yang penting ada kemauan kuliah, kita bantu,” ujarnya.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah tengah mempertimbangkan dua skenario dalam pelaksanaan program ini. Opsi pertama adalah memberikan bantuan kepada mahasiswa yang saat ini sudah berkuliah, sementara opsi kedua adalah memprioritaskan mahasiswa baru. Gubernur menyatakan bahwa efisiensi anggaran akan menjadi faktor kunci dalam menentukan skema terbaik.

Selain itu, sistem pencairan beasiswa juga sedang dirancang agar lebih efektif dan tepat sasaran. Ia mengusulkan agar dana beasiswa dapat langsung ditransfer ke rekening kampus berdasarkan data yang masuk melalui dinas pendidikan. Hal ini untuk memastikan bahwa dana benar-benar digunakan untuk biaya pendidikan dan tidak disalahgunakan.

Dalam kesempatan tersebut, Anwar Hafid juga memaparkan program beasiswa untuk mahasiswa berprestasi, termasuk bagi mereka yang ingin menempuh pendidikan di luar negeri. Ia bahkan menyebutkan bahwa beberapa universitas di luar negeri sudah menawarkan kerja sama dalam mendukung program pendidikan tinggi bagi anak-anak Sulawesi Tengah.

Selain pendidikan, pertemuan ini juga menyinggung sektor kesehatan, infrastruktur, dan energi. Gubernur mengungkapkan rencana pembangunan rumah sakit modern yang akan memberikan layanan kesehatan gratis bagi masyarakat hanya dengan menunjukkan KTP Sulawesi Tengah. Ia juga menyoroti pentingnya konektivitas listrik dan internet sebagai bagian dari pembangunan daerah yang lebih inklusif.

Melalui rapat ini, pemerintah provinsi dan perguruan tinggi berkomitmen untuk membangun sinergi yang lebih erat dalam menciptakan kebijakan pendidikan yang berorientasi pada kemajuan daerah. Gubernur Anwar Hafid berharap kerja sama ini akan melahirkan solusi konkret dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Sulawesi Tengah sehingga mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.

Sumber Rilis : Tim Media AH
Foto : Humas Pemprov. Sulteng

WhatsApp Image 2025-03-12 at 11.06.43

Gubernur Sulteng Lantik Siti Norma Mardjanu sebagai PAW Anggota Komisi Informasi

ALU – Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid resmi melantik Siti Norma Mardjanu, sebagai Pengganti Antar Waktu (PAW) Anggota Komisi Informasi (KI) Provinsi Sulawesi Tengah periode 2021-2025. Prosesi pengambilan sumpah dan pelantikan berlangsung di Ruang Rapat Polibu, Kantor Gubernur Sulteng, Rabu (12/3/2025), dan disaksikan langsung oleh Wakil Gubernur Sulteng, dr. Reny Lamadjido.

Dalam sambutannya, Gubernur menegaskan bahwa Komisi Informasi memiliki peran strategis dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan partisipatif. “Komisi Informasi ini dibentuk sebagai wadah yang melibatkan partisipasi masyarakat lebih luas, serta menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah dan rakyat. Dengan adanya Komisi Informasi, kita ingin memastikan bahwa pemerintahan ini benar-benar dirasakan sebagai milik seluruh rakyat Sulawesi Tengah,” ujar Gubernur.

Gubernur juga menyampaikan bahwa pemerintahan saat ini, yang dikenal dengan Berani Bersama Anwar-Reny), terus melakukan konsolidasi internal birokrasi serta merancang program pembangunan yang berpihak pada rakyat. Salah satu tantangan besar yang dihadapi adalah menciptakan pemerintahan yang akuntabel dan profesional.

“Ini semua menjadi tantangan bagi saya bersama Bu dr. Reny. Saya berharap Komisi Informasi Sulteng akan terus memberikan masukan dan pendapat terkait pembangunan daerah, termasuk berbagai persoalan yang ada di tengah masyarakat,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, Gubernur juga mengungkapkan fokus pemerintahannya pada dua program utama, yaitu Berani Cerdas dan Berani Sehat. Program Berani Cerdas menargetkan pemberian beasiswa kepada sekitar 25-30 ribu mahasiswa di Sulawesi Tengah tahun ini, serta pembebasan biaya sekolah bagi SMA, SMK, dan SLB agar pendidikan lebih terjangkau bagi masyarakat. Sementara itu, program Berani Sehat akan menjamin pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang belum memiliki jaminan kesehatan, dengan skema layanan berbasis KTP.

Gubernur menutup sambutannya dengan menekankan pentingnya sinergi antara Komisi Informasi dan pemerintah daerah dalam menciptakan pemerintahan yang transparan dan berpihak pada rakyat.

“Saya percaya Saudari Siti Norma Mardjanu akan menjalankan tugas ini dengan sebaik-baiknya. Semoga dengan lengkapnya kembali jajaran Komisi Informasi, kita bisa lebih optimal dalam membangun daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sulawesi Tengah,” jelasnya.

Sumber Rilis : Tim Media AH
Foto : Humas Pemprov. Sulteng

WhatsApp Image 2025-03-11 at 23.13.26

Disperindag Sulteng Lakukan Sidak Volume Isi Produk Minyakita di Pasar dan Distributor Palu

Palu Sulawesi Tengah – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Sulawesi Tengah, melalui Bidang Pengembangan Perdagangan Dalam Negeri serta UPT Pengawasan dan Perlindungan Konsumen, menggelar inspeksi mendadak (sidak) terhadap produk Minyakita.

Sidak ini dilakukan sebagai respons terhadap keluhan masyarakat terkait ketidaksesuaian volume minyak goreng yang beredar di pasaran dengan label kemasan.

Kegiatan ini berlangsung pada Selasa, 11 Maret 2025, di Pasar Manonda Palu serta beberapa distributor Minyakita di Kota Palu. Sidak dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari Disperindag Kota Palu, Satgas Pangan Polda Sulawesi Tengah, serta Bulog Region Sulawesi Tengah.

Plh. Kepala Disperindag Sulawesi Tengah, Mira Yuliastuti, ST., MP., turut hadir dalam kegiatan ini, didampingi oleh Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan Dalam Negeri, Donny Iwan Setiawan, ST., MM., serta Kepala UPT Pengawasan dan Perlindungan Konsumen, Deddy Suarman, SE., MM.

Pengawas Perdagangan Disperindag Sulteng, Nur Astuty, ST., MT., menjelaskan bahwa hasil sidak menemukan adanya ketidaksesuaian volume pada produk Minyakita. Seharusnya, setiap kemasan berisi 1 liter minyak goreng, namun ditemukan perbedaan volume yang mencurigakan, baik di tingkat pedagang pasar maupun distributor.

Sebagai tindak lanjut, tim pengawas akan berkoordinasi dengan instansi terkait dan para pemangku kepentingan untuk menentukan langkah berikutnya. Keputusan akhir akan menunggu arahan dari pemerintah pusat guna melindungi konsumen serta menjaga kestabilan pasar.

Sumber : Humas Disperindag Sulteng / PPID Pelaksana

WhatsApp Image 2025-03-11 at 13.10.26

Secara Virtual, Pemprov Sulteng Ikuti Sosialisasi Monitoring Center for Prevention (MCP) 2025

Palu– Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Pemprov Sulteng) mengikuti Sosialisasi Monitoring Center for Prevention (MCP) 2025 yang diselenggarakan secara virtual pada Selasa (11/3/2024). Kegiatan ini berlangsung di ruang kerja Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik (Kominfosantik) Provinsi Sulteng.

Sejumlah pejabat turut hadir dalam sosialisasi ini, antara lain, Inspektur Inspektorat M. Muchlis, Kepala Dinas Bina Marga dan Tata Ruang Faidul Keteng, Kepala Biro Pengadaan dan Jasa Muchsin Pakaya, Plt. Kepala Dinas Kominfosantik Wahyu Agus Pratama, Inspektur Pembantu Khusus Inspektorat Sulteng Fitri Mastura, serta pejabat terkait lainnya.

Dalam arahannya, Direktur Koordinasi dan Supervisi Wilayah IV KPK RI Edi Suryanto, menekankan pentingnya MCP sebagai instrumen utama dalam mengawasi dan meningkatkan tata kelola pemerintahan daerah yang bersih, transparan, dan akuntabel.

“Sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam kepada seluruh pemangku kepentingan mengenai indikator dan mekanisme pemantauan MCP,” Ucap Edi Suryanto

Menurut Edi, MCP menjadi bagian dari strategi penguatan pengawasan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) guna memastikan efektivitas pencegahan korupsi di lingkungan pemerintah daerah.

Dengan penerapan MCP yang optimal, diharapkan sistem pemerintahan di Sulawesi Tengah semakin profesional, akuntabel, serta mampu meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat.

Untuk itu, pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah berkomitmen untuk terus meningkatkan implementasi MCP guna mendukung program pencegahan korupsi yang berkelanjutan.

Sosialisasi ini menjadi langkah awal dalam memperkuat sinergi antarorganisasi perangkat daerah (OPD) dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang lebih baik.

Sumber : PPID Utama/Humas Pemprov. Sulteng
Narahubung : Ahyain (082251271042)

WhatsApp Image 2025-03-10 at 14.17.20

Antisipasi Cuaca Ekstrem Jelang Idulfitri, Wagub Rapat Pengendalian Inflasi Bersama Kemendagri

PALU – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menunjukkan kesiapsiagaannya dalam menghadapi potensi lonjakan inflasi serta bencana hidrometeorologi menjelang Hari Raya Idulfitri 2025. Komitmen ini diwujudkan melalui partisipasi aktif dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah dan Antisipasi Cuaca Ekstrem yang diselenggarakan secara virtual oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemedagri).

Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny A. Lamadjido, mengikuti rapat tersebut melalui Zoom Meeting dari Ruang Rapat Polibu, Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, Senin (10/3/2025). Rapat ini dipimpin langsung oleh Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, dan dihadiri oleh jajaran pemerintah daerah, termasuk Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Sulteng serta Kepala Bank Indonesia Perwakilan Sulteng.

Dalam kesempatan itu, dr. Reny menekankan pentingnya koordinasi yang erat antara pemerintah pusat dan daerah dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok, terutama menjelang Idulfitri, di mana permintaan masyarakat cenderung meningkat. Selain itu, kesiapsiagaan terhadap cuaca ekstrem juga menjadi fokus utama, mengingat dampaknya yang bisa mengganggu distribusi barang dan aktivitas ekonomi masyarakat.

“Kita harus memastikan stok pangan tetap aman dan harga-harga stabil menjelang Lebaran. Selain itu, perlu ada langkah antisipatif untuk menghadapi kemungkinan cuaca ekstrem yang bisa memengaruhi distribusi logistik dan mobilitas warga,” ujar wagub.

Melalui rapat ini, Pemprov Sulteng berharap dapat menyusun langkah-langkah strategis yang efektif dalam mengendalikan inflasi dan meminimalisir dampak cuaca ekstrem, sehingga masyarakat dapat merayakan Idulfitri dengan aman dan nyaman tanpa kendala berarti.

Sumber Rilis dan Foto : Tim Media AH