53

Lalove: Alunan Seruling Mistis Penyembuh Luka dari Tanah Kaili

Lalove bukanlah seruling bambu biasa yang sering kita jumpai di berbagai daerah Nusantara. Alat musik tiup tradisional khas suku Kaili ini memiliki ukuran fisik yang sangat panjang, terkadang mencapai lebih dari satu meter, dengan jumlah lubang nada yang terbatas. Keunikan fisiknya berbanding lurus dengan suara yang dihasilkannya: melengking tinggi, bergetar lembut, dan memiliki aura mistis yang sangat kuat. Dahulu, alunan Lalove tidak dimainkan untuk hiburan santai, melainkan sebagai media komunikasi spiritual dalam ritual sakral pengobatan tradisional yang disebut *Balia*.

Dalam kepercayaan tradisional masyarakat Kaili, penyakit fisik yang tidak dapat disembuhkan secara medis sering kali dianggap sebagai akibat dari ketidakseimbangan hubungan antara manusia dengan alam spiritual di sekitarnya. Untuk memulihkan keseimbangan tersebut, diadakanlah ritual Balia yang dipimpin oleh seorang dukun adat (*sando*). Di tengah ritual yang remang-remang diiringi

asap kemenyan, alunan Lalove dimainkan secara terus-menerus tanpa jeda menggunakan teknik pernapasan khusus (*circular breathing*). Suara Lalove diyakini berfungsi sebagai pemanggil roh-roh pelindung yang akan membantu menyembuhkan si sakit.

Di era modern saat ini, fungsi Lalove telah mengalami pergeseran yang sangat menarik. Meskipun ritual pengobatan Balia sudah sangat jarang dilakukan seiring dengan berkembangnya fasilitas kesehatan modern dan ajaran agama, instrumen Lalove tetap dijaga kelestariannya. Lalove kini telah bermigrasi dari panggung ritual mistis ke panggung seni pertunjukan modern. Para musisi muda di Palu mulai memadukan Lalove dengan instrumen modern seperti gitar, bas, dan drum dalam genre musik etnik-kontemporer. Langkah kreatif ini berhasil memperkenalkan magisnya suara Lalove kepada generasi milenial tanpa menghilangkan kesakralan sejarah yang melekat padanya.

Tags: No tags

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *